SURABAYAPAGI.COM, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso memprediksi, pada Agustus 2023 ini merupakan puncak dari musim kemarau akibat dampak El Nino.
Hal itu ditandai dengan meningkatnya suhu panas pada siang hari, dan udara yang dingin dan kering pada malam hari serta curah hujan yang rendah.
Baca juga: Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak
Fenomena El Nino dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional karena adanya ancaman gagal panen pada lahan pertanian akibat kekeringan di musim kemarau.
Mengantasipasi ancaman dampak El Nino, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan krisis pangan.
Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, pemerintah daerah (pemda) tengah merencanakan untuk menggelar operasi pasar murah. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyediakan barang kebutuhan pokok murah kepada masyarakat.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Serahkan Santunan Kematian Kepada 10 Ahli Waris
"Kami juga Insya Allah sudah menganggarkan untuk penambahan pasar-pasar murah, supaya ketahanan pangan dan daya beli masyarakat bisa dikendalikan," kata Sutiaji, Rabu (2/8/2023).
Selain itu, kemandirian pangan di masyarakat juga diperkuat dengan pengoperasian sumur biopori.
Baca juga: KA Gajayana ke Malang Molor hingga 3 Jam Gegara KA Bangunkarta Anjlok
Pria berkacamata itu juga mendorong masyarakat agar mandiri secara pangan dengan menanam komoditas pertanian di rumahnya sendiri dengan metode hidroponik, vertikultur, tabulampot, aeroponik dan lainnya.
"Seperti dengan penanaman lahan yang ada di sekitar kita, dengan memanfaatkan sumur biopori yang ada untuk pengairan,” tutupnya. mlg
Editor : Redaksi