SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai upaya mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur (Jatim) sekaligus antisipasi potensi musim kemarau berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah melakukan percepatan tanam padi seluas 672 hektare untuk menjaga produktivitas pertanian sebelum puncak kemarau, agar produksi tetap terjaga.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan kegiatan tanam bersama di Banyuwangi dipusatkan di lahan Kelompok Tani Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luas 2,5 hektare. Dan untuk secara keseluruhan, luas tanam serentak di wilayah Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Selain itu, adanya percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April. Langkah ini sekaligus mendukung capaian LTT Jawa Timur yang saat ini berada di angka 46,16 persen atau setara 173.320 hektare.
“Ketersediaan air masih cukup untuk fase awal pertumbuhan padi. Ini momentum yang harus dimanfaatkan sebelum debit air menurun,” kata Danang.
Selain itu, pihaknya telah menginstruksikan kelompok tani untuk mempercepat masa tanam serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman dan ketersediaan air di lapangan. Selain itu, pihaknya juga merespons himbauan musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Surat Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 dalam rangka mengantisipasi dampak musim kemarau.
"Kami menghimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah," ujar Danang. by-02/dsy
Editor : Redaksi