Masyarakat Terdampak Proyek Rempang Eco-City akan diberikan Hunian dan Biaya Hidup

surabayapagi.com
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam menjalankan Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), telah menyiapkan hunian sementara dan hunian tetap untuk masyarakat yang terdampak proyek tersebut.

Adapun Hunian sementara yang disiapkan adalah Rusun BP Batam, Rusun Pemko Batam, Rusun Jamsostek, serta ruko dan rumah. Dilansir dari situs BP Batam, Selasa (12/09/2023), setiap orang dalam satu keluarga juga akan mendapat biaya hidup Rp 1.200.000, naik dari sebelumnya Rp 1.034.636 per orang. Adapun biaya hidup per orang tersebut termasuk biaya air, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Jika masyarakat yang terdampak nantinya memilih untuk tidak tinggal di hunian yang telah disediakan, maka uang sewa sebesar Rp 1.200.000 per bulan akan diberikan kepada masyarakat setiap bulannya.

"Hunian baru dan biaya hidup ini, kami berikan sampai rumah permanen baru masyarakat Rempang yang terdampak selesai dibangun," kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (12/9/2023).

Kemudian, Ariastuty atau yang akrab disapa Tuty ini menjelaskan, hunian tetap juga disiapkan berupa rumah type 45 senilai Rp 120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2. Hunian itu, berada di kawasan Dapur 3 Sijantung, yang sangat menguntungkan untuk melaut dan menyandarkan kapal.

Lokasi hunian baru tersebut, akan diberi nama "Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City". 

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju. Di Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City itu akan tersedia berbagai fasilitas pendidikan lengkap (SD, SMP hingga SMA), pusat layanan kesehatan, olahraga dan sosial.
Selanjutnya tersedia fasilitas ibadah yaitu, Masjid dan Gereja; fasilitas Tempat Pemakaman Umum yang tertata dan fasilitas Dermaga untuk kapal-kapal nelayan dan trans hub. Pembangunan hunian baru, akan dijalankan selama 12 bulan setelah pematangan lahan. Ditargetkan, hunian tahap 1 akan selesai pada bulan Agustus 2024 mendatang. jk-07/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru