Pemadaman Kahutla di Gunung Lawu Terus di Optimalkan, BPBD Jatim: Kabut dan Cuaca Jadi Kendala

surabayapagi.com
BPBD Jatim terus maksimalkan pemadaman Kahutla di gunung lawu. SP/ Aini

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu masih terus dilaksanakan oleh berbagai pihak terkait, salah satunya BPBD Jawa Timur (Jatim).

Sejak kejadian karhutla pada Jumat (29/9/2023) silam, tim BPBD Jatim terus berupaya pemadaman dengan memaksimalkan water bombing. Kebakaran di Gunung Lawu kini pun semakin meluas hingga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala BPBD Jatim Gatot Soebroto memaparkan total luas lahan yang terbakar yakni mencapai lebih 2.000 hektare.

"Kerugian wilayah yang terbakar sudah mencapai 2.000 hektare, tapi yang tersisa belum dihitung detail sama teman-teman Perhutani," kata Gatot Soebroto, kepada Surabaya Pagi, Rabu, (11/10/2023).

Menurut Gatot, wilayah kabupaten Magetan sendiri, sementara ini lahan yang terbakar mencapai 1.700 hektare sedangkan Ngawi 1.300 hektare.

Ia juga memaparkan bahwasannya tim BPBD beserta tim relawan hingga kini masih terus mengoptimalkan water bombing. Akan tetapi, sering terkendala cuaca serta kabut asap.

"Kalau heli (water bombing) setiap hari beroperasi, hanya melihat cuaca. Muter dari Karanganyar, Ngawi, dan Magetan," terangnya.

Masih menurut Gatot, cuaca dan kabut asap masih menjadi kendala utama bagi pengoperasian water bombing dalam memadamkan gunung lawu. Sehingga, pada disisi lain BPBD Jatim melakukan alternatif pemadaman via darat dan melakukan penambahan jumlah relawan.

"Kalau water bombing tidak bisa, kami upayakan tim darat. Jadi, penambahan relawan dan peralatan. Kendala kabut dan angin kencang itu jadi kendala heli sehingga kami tidak bisa beroperasi kalau gelap," terangnya.

Adapun demikian, dari upaya water bombing tersebut, kebakaran Gunung Lawu di wilayah Ngawi sudah mulai berkurang.  Namun, pemadaman masih terus dilakukan di wilayah Karanganyar dan Magetan.

"Pada area Karanganyar sering terjadi cuaca yang berubah-ubah, agak sulit untuk pemadamannya," jelas Gatot.

"Jadi heli kami geser ke Karanganyar untuk water bombing ke wilayah tersebut. Juga untuk wilayah Magetan," sambungnya.

Menurut Gatot hingga saat ini kebakaran hutan di Gunung Lawu masih belum diketahui penyebabnya. "Penyebab masih diselidiki oleh teman-teman Polri," ungkapnya. 

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Jatim, perkembangan terkait karhutla di Gunung Lawu per 10/10/2023 pukul 06.00 WIB yakni total ilaran atau sekat bakar yang sudah dibuat kurang lebih 9.607 meter. Ilaran ini ada di Perbatasan Jabung-Karanggupito, Ngiliran, Sukowidi-Tapak hingga Getasanyar. 

Secara terpisah, Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau di monitoring kebakaran Gunung Lawu pada Selasa (10/10/2023), mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan melakukan aeroseeding.

"Aeroseeding ini biasanya dilakukan di musim hujan. Bagaimana proses assesment supaya hutan-hutan yang pernah ada tanaman-tanaman varian keragaman hayati yang pernah ada relatif kita bisa melakukan proses recovery bersama," kata Khofifah 

Namun, terkait aeroseeding masih akan menjalani pembahasan lebih lanjut mengingat akan ada assesment terkait topografi wilayah dan jenis bibit tanaman yang akan disebar.

"Jadi memang aeroseeding ini karena keterjalan area sehingga perlu dilakukan penyebaran bibit tanaman melalui udara. Saya sampaikan kembali, bahwa daya dukung alam dan daya dukung lingkungan harus tetap kita maksimalkan dan kita jaga bersama," pungkas perempuan nomor wahid di Jatim tersebut. Ain

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru