Warga Kampung Eronggobak di Papua Dilaporkan Mengungsi Disekitar Pos TNI

surabayapagi.com
Personel TNI/Polri di Distrik Kenyam, Kabupaten Ndunga, Papua Pegunungan, Rabu (08/02/2023).

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Khawatir dengan teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sekitar 70 orang warga Kampung Eronggobak, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, dilaporkan mengungsi di sekitar Pos TNI, pada Jumat (20/10/2023).

Baca juga: Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Adapun hal ini disampaikan oleh Kaskogabwilhan III Marsekal Pertama Deni Hasoloan Simanjuntak. Berdasarkan keterangan tertulisnya, Sabtu (21/10/2023) puluhan warga itu mendatangi pos Eromaga Satgas Mobile Raider 300/BJW yang berada di Distrik Omukia.

"Masyarakat yang mengungsi tersebut kurang lebih 70 orang, sebagian besar mama-mama dan anak-anak. Mereka ketakutan karena adanya orang asing yang dicurigai anggota KKB dari wilayah Kepala air dan Beoga dengan membawa senjata tajam dan busur panah," kata Deni, Sabtu (21/10/2023).

Deni menduga bahwa masyarakat yang mengungsi khawatir adanya aksi lanjutan dari penyerangan KKB terhadap 23 Pekerja PT Gloria Papua Permai yang sedang membangun puskesmas beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kapolres Gresik Kunjungi Kodim 0817, Pererat Soliditas TNI-Polri di Gresik

Deni mengatakan masyarakat yang mengungsi ditempatkan di Saung Pos Eromaga dan Honai yang posisinya berada di depan pos. Ia juga memastikan aparat bisa mengawasi tempat warga mengungsi.

"Personel Pos Satgas TNI telah menyiapkan makanan guna membantu masyarakat sipil Kampung Eronggobak yang sedang mengungsi tersebut," katanya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa  satu pekerja proyek pembangunan puskesmas di wilayah, Kabupaten Puncak, Papua, sebelumnya tewas akibat penyerangan KKB pada Kamis (19/10/2023).

Baca juga: Danrem Akui ada Pembegalan Bantuan Bencana di Aceh

Berdasarkan keterangan Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani selain korban tewas, terdapat juga dua pekerja bangunan Puskesmas yang terkena anak panah.

"Kamis siang telah terjadi penyerangan terhadap para pekerja pembangunan Puskesmas Kepala Air Kabupaten Puncak, 19 orang pekerja berhasil selamat, dua terkena panah dan satu meninggal dunia," kata Faizal dalam keterangan tertulis. ac

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru