SURABAYAPAGI.com, Gresik – Polemik video kritik terkait banjir di Terminal Bunder yang sempat ramai di media sosial akhirnya berujung klarifikasi. Muhammad Amien, pensiunan ASN Pemkab Gresik, menyampaikan permintaan maaf setelah menyadari pernyataannya tidak tepat sasaran.
Sebelumnya, Amien mengunggah video berisi kritik keras terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik, Khusaini. Dalam video tersebut, ia menyoroti persoalan banjir di kawasan terminal dengan nada yang dinilai menyudutkan, bahkan disertai sindiran.
Namun, belakangan diketahui bahwa Terminal Bunder tidak berada dalam kewenangan Pemkab Gresik. Pengelolaannya berada di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Fakta ini memicu tanggapan dari berbagai pihak yang menilai kritik tersebut tidak didasari pemahaman yang utuh mengenai struktur kewenangan pemerintahan.
Sorotan publik semakin menguat mengingat latar belakang Amien sebagai mantan pejabat eselon IIIB. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) pada Dinas Satpol PP Gresik, sehingga dinilai memiliki pemahaman terkait pembagian kewenangan antarinstansi.
Seorang ASN yang pernah bekerja bersamanya menilai bahwa kritik dalam ruang publik seharusnya disampaikan secara tepat dan berbasis data. Menurutnya, kesalahan dalam menyampaikan kritik dapat berdampak pada persepsi masyarakat terhadap institusi.
“Kritik itu penting dalam demokrasi, tetapi harus didukung data dan pemahaman yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Di sisi lain, Khusaini yang saat ini menjabat sebagai Kadishub Gresik sebelumnya diketahui pernah memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Gresik.
Menyadari kekeliruannya, Amien kemudian mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Gresik untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia mengakui kesalahannya dan menyesali pernyataan yang telah tersebar di media sosial.
“Saya merasa bersalah dan memohon maaf atas pernyataan yang saya sampaikan,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berpendapat harus diiringi tanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, ketepatan data dan pemahaman menjadi kunci agar kritik yang disampaikan tidak justru menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat. did
Editor : Redaksi