SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Festival Ote-ote, di lapangan Taman Bahari Majapahit (TBM), Pulorejo, Prajurit Kulon, Kamis (8/12/2023), berlangsung semarak.
Ratusan orang pegiat UMKM dan OPD Pemkot Mojokerto beradu cita rasa dalam festival yang digelar DiskopUKMperindag Kota Mojokerto tersebut.
Tidak saja cita rasa yang ditonjolkan dalam olahan makanan legendaris khas Mojokerto yang menggunakan udang disisipkan pada adonan wortel, tauge, dan daun seledri itu, namun setiap peserta menyajikan camilan gorengan berwarna keemasan itu semenarik mungkin.
Terlebih, karya mereka dinilai dua orang jebolan ajang Master Cheef Indonesia yang didapuk menjadi juri.
Kepala DiskopUKMperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, Festival Ote-ote yang digelar bersamaan dengan Festival Angkringan ini didedikasikan khusus untuk Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang mengakhiri masa tugasnya, 10 Desember 2023.
"Festival kali ini menjadi moment penting sekaligus sebagai wujud terima kasih warga Kota Mojokerto kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang telah memberdayakan ribuan pelaku UMKM dalam program inkubasi wirausaha," kata Ani Wijaya.
Wali Kota Ning Ita, ujar Ani Wijaya, dalam berbagai kesempatan kerap mengajak warga di bumi Majapahit untuk melestarikan makanan tradisional khas daerah di tengah merebaknya makanan kekinian.
"Sekarang pasar kuliner banyak bermunculan produk makanan dari luar negeri. Jika tidak diimbangi dengan pelestarian makanan tradisional khas daerah, seperti kudapan ote-ote, generasi muda nantinya tidak bisa menikmati lagi. Hanya jadi torehan sejarah kuliner saja," kata Ani Wijaya menukil penuturan sosok kepala daerah yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Masih kata Ani Wijaya, penyelenggaraan festival Ote-ote juga membuktikan keseriusan Pemkot Mojokerto mempertahankan makanan tradisional khas Kota Mojokerto.
"Festival yang digelar di kawasan wisata sejarah itu juga menjadi ajang promosi, menjadi alat untuk perputaran ekonomi dan sekaligus memperkenalkan kudapan olahan pegiat UMKM di kota Mojokerto dengan inovasi, kreativitas dan kualitas produknya, sehingga bisa memasuki pasar domestik dan mudah-mudahan bisa merambah pasar regional hingga nasional," cetusnya.
Tak berhenti di gelaran festival, Ani Wijaya menyatakan, upaya pelestarian makanan tradisional khas daerah itu akan terus didorong dengan menggalakkan kegiatan-kegiatan serupa.
Sebaliknya, para pegiat UMKM diharapkan mampu menjadi leader di kuliner lokal.
"Para pelaku UMKM juga harus percaya diri. Menjadikan produk mereka potensial di dunia kuliner," tukasnya.
Yang tak kalah menarik, festival ini di support PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto dengan menyediakan kompor induksi di setiap meja peserta. Fasilitas yang disediakan PLN itu ujar Ani Wijaya, bagian dari upaya PLN Pelanggan (UP3) Mojokerto yang tengah menyosialisasikan penggunaan kompor listrik atau kompor induksi.
Pengunjung festival pun bisa melihat langsung kemudahan dan kelebihan memasak menggunakan kompor induksi ini yang diklaim PLN lebih aman, mudah dan efisien dibanding kompor LPG.
Keamanan didapatkan dari perangkatnya yang berteknologi canggih dan minim resiko dan relatif tidak banyak menyita tempat itu. Dwi
Editor : Redaksi