SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menutup tahun 2023 dengan capaian luar biasa dibawah kepemimpinan estafet dari Ika Puspitasari kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Moh. Ali Kuncoro.
Dari segi penyerapan keuangan, kota kecil dengan tiga kecamatan ini berhasil melakukan penyerapan anggaran 91,83 persen senilai Rp 1,11 triliun.
Tak hanya itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga tercapai 100 persen dari target senilai Rp 235,1 miliar. Data tersebut hasil rekapitulasi dari BPKPD Kota Mojokerto per 30 Desember 2023.
Selain itu, kota berslogan Spirit of Mojopahit ini juga meraih puluhan penghargaan bergengsi tingkat nasional maupun regional Jawa Timur. Diantaranya, Universal Cover Health (UHC), Predikat WTP 9 kali berturut-turut, BKN Award 2023, KLA Tingkat Nindya, Swasti Saba Padapa, Kota Peduli HAM, Penghargaan Anindita Wistara Data, KIP Award, SAKIP Naik dari B menjadi BB serta IGA Kota Terinovatif se Indonesia selama dua tahun berturut-turut.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro takjub dengan capaian tersebut. Penjabat yang baru dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 10 Desember 2023 ini memberi apresiasi atas kinerja apik seluruh ASN Pemkot Mojokerto.
"Luar biasa, Alhamdulillah, capaian Pemkot Mojokerto tahun 2023 sangat membanggakan, kinerja ASN dan Non ASN meningkat luar biasa. Pelihara dan tingkatkan terus," seru Mas Pj Ali sapaan akrabnya.
Kepala Dispora Pemprov Jatim ini mengatakan bahwa target jangka pendeknya tahun depan adalah mewujudkan amanat Gubernur. Yakni membuat kebijakan yang inklusif dan berdampak.
"Jadi ini segera kita susun. Khusus untuk fokus pencegahan inflasi, kemiskinan, dan stunting. Saya pikir apa yang dilakukan oleh Bu Ita luar biasa. Ini tugas buat kita sebagai pejabat baru harus bisa mencari sebuah spektrum baru untuk bisa bawa Kota Mojokerto ke depan semakin bagus," katanya.
Hal lain yang harus dilakukan, sebut Ali, adalah mempersiapkan lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto menghadapi tahun politik 2024. Dan diharapkan ASN dapat menjaga netralitas.
"Saya pastikan seluruh jajaran yang ada di Pemkot Mojokerto, khususnya ASN, harus bisa menjaga netralitas. Sehingga Pemilu bisa jalan dengan lancar, teratur, dan adil. Di pesta demokrasi ini, semuanya harus bahagia dan kalaupun ada perbedaan itu adalah untuk sebuah rahmatan lil alamin," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi