SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Murka dengan kondisi jalan yang rusak, warga yang ada di Dusun Genengan Desa Baturono Kecamatan Sukodadi, Sabtu (6/1/2024) melakukan aksi turun jalan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan antar Desa menghubungkan Baturono Sukodadi - Kedungsari Kembangbahu rusak parah bertahun-tahun.
Demo yang sebagian beras dilakukan oleh emak-emak ini langsung viral di media sosial (Medsos). Para emak-emak ini dalam video pendek itu terlihat membentangkan spanduk kain warna putih dengan tulisan merah bertuliskan "Mana Janjimu, Dalan Bejat Kabeh, Jamula Gagal (Mana Janjimu, Jalan Rusak semua, Jamula Gagal red).
Bahkan dalam aksinya itu emak -emak langsung berteriak "pak bupati mana janjimu, jalan bertahun-tahun rusak tidak diperbaiki" teriakan salah satu emak-emak dengan kepalan tangan kanan diatas sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah itu langsung viral di media sosial.
Karuan saja, upload demo di salah satu media sosial itu membuat ramai komentar dari para netizen. Netizen pun membanjiri di kolom komentar, hingga pukul 18.22 Wib, setidaknya sudah 155 komentar.
Komentar pun beragam mulai jangan dipilih lagi; tangline Jalan Mulus Lamongan (Jamula) diplesetkan menjadi Janda Muda Lamongan (Jamula); tanggung jawabnya siapa jalan itu; yang punya program Jamula iku Lo sapa; JAMULA-JAMULA tok, Jalan Menuju Kec Solokuro juga ajur pak bupati; dan masih banyak lagi komentar lainya yang mulai tidak percaya dengan pemerintah.
Sutrisno salah satu warga setempat saat dihubungi surabayapagi.com membenarkan kalau di desanya ada demo turun jalan untuk meminta pemerintah baik desa kecamatan dan Kabupaten untuk bertanggungjawab dengan kondisi jalan yang rusak parah bertahun-tahun. "Iya tadi ada demo mas dengan membentangkan spanduk di sekitar jalan rusak di Dusun Genengan Desa Baturono Kecamatan Sukodadi," ujarnya.
Aksi yang dilakukan oleh warga di desanya itu kata Sutrisno, sebagai bentuk keprihatinannya, lantaran jalan yang semestinya sebagai jalan alternatif warga Kembangbahu menuju kota Lamongan itu, kondisinya kini rusak parah."Sebagai bentuk keprihatinan, apalagi jalan ini rusaknya satu atau dua tahun, tapi sudah 6 tahun lebih tidak ada perbaikan, kalaupun ada pernah jalan dibangun cor itupun hanya sepanjang 500 meter," terangnya.
Padahal lanjutnya, jalan ini kalau diukur mulai Kruwul Kecamatan Turi - Baturono hingga Mangkujajar Kembangbahu Lamongan itu kurang lebih 9 kilo meter, tapi yang dibangun hanya 200-500 meter. "Lah jalan itu sekarang rusak parah, kalau hujan seperti ini banyak kubangan dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan, lebih-lebih anak sekolah kasihan mereka," akunya.
Ditambahkan, jalan ini semestinya sebagai jalan alternatif warga Kembangbahu yang ingin ke Lamongan kota, kalau melewati jalan ini lebih cepat. "Mestinya pemerintah itu peka, jalan ini loh jalan alternatif memotong jalur warga Kembangbahu kalau ke Lamongan kota lebih cepat tidak lewat Tikung, dan sebaliknya, apalagi dengan kota sangat dekat, tapi kenapa jalan ini tidak segera dibangun," tanyanya dengan nada kesal.
Yang lebih miris lagi kata Sutrisno, jalan ini pernah dilewati bupati Yuhronur Efendi dan Wabup KH. Abdul Rouf, mestinya sebagai pengambil kebijakan mereka segera melakukan tindakan, bagaimana membuat masyarakat dan pengguna jalan bisa nyaman saat melewatinya.
Terpisah, Sujarwo Kepala Dinas PU Bina Marga saat dihubungi melalui WhatsApp mengaku kalau jalan itu akan dibangun pada tahun 2024. "Tahun 2024 sudah dianggarkan mas, masyarakat mohon untuk bersabar mudahan-mudahan bisa segera dikerjakan,"katanya singkat.jir
Editor : Redaksi