Tom Lembong, Buka "Aib" Jokowi

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thomas Trikasih Lembong, buka "aib" Presiden Jokowi. Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jokowi ini mengatakan dirinya sudah tujuh tahun memberikan masukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya sangat mengapresiasi ucapan mas Gibran yang berkali kali menyebut nama saya. Ya tentunya selama 7 tahun saya membuat contekan dan menulis pidato, dan materi bicara bagi ayahnya, pak presiden," kata Tom Lembong sambil tersenyum dikutip dari CNBC Indonesia Your Money Your Vote, Senin (22/1/2024).

Baca juga: Khofifah-Emil Sowan ke Rumah Presiden RI Ke-7 Jokowi Usai Retreat

 

Soal Lithium Ferrophosphate

Nama Tom Lembong banyak disebut-sebut oleh Gibran dalam Debat Cawapres Minggu malam lalu. Nama Tom Lembong disebut Gibran saat menyindir Cawapres kompetitornya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Salah satunya saat Gibran menilai Cak Imin tidak paham soal lithium ferrophosphate (LFP). Padahal istilah LFP sering diungkap oleh Tom Lembong selaku Co-Captain Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

 

Tom Lembong Orang Jokowi

Tom Lembong adalah orang yang dipercaya Jokowi untuk menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan Rahmat Gobel pada reshuffle kabinet bulan Agustus 2015 silam, atau sekitar kurang dari setahun setelah Jokowi menjabat Presiden RI.

Baca juga: PDIP, Prabowo-Jokowi, Memang Harus Dipisah 

Juli 2016, posisi Tom di kursi Mendag digantikan oleh politikus Partai NasDem Enggartiasto Lukita dan Tom pindah ke kursi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jabatannya sebagai Kepala BKPM kemudian digantikan oleh Bahlil Lahadalia pada Oktober 2019 lalu.

Pada perjalanan selanjutnya setelah keluar dari pemerintahan nasional, Thom Lembong disambut oleh Anies Baswedan yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Agustus 2021, Tom Lembong diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, salah satu BUMD Pemprov DKI Jakarta.

Dia menjabat sebagai Komut sampai Februari 2023, digantikan oleh Sofyan Djalil, mantan menteri Jokowi juga

Tom Lembong menilai Gibran merasa rindu terhadap dirinya yang sudah bukan bagian dari pemerintah. "Saya bisa mendeteksi apa, sebuah rasa rindu mungkin ya, bahwa saya tidak lagi di situ, untuk memberikan masukan-masukan yang berkualitas. Tapi sekarang yang menerima manfaat dari masukan saya adalah Pak Anies dan Pak Muhamin," katanya.

 

Baca juga: Suara PDIP Jateng Diduga Digerus Presiden ke-7, Megawati Bikin Perhitungan ke Jokowi

Bahas Hal Realistis

Tom mengatakan, saat ini dia bersama timnya bekerja keras memberikan masukan-masukan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 1. Ia juga menanggapi pernyataan Gibran yang menyebut agar tidak memberikan komentar-komentar yang menakutkan dan lebih baik bersikap optimis.

Tom Lembong menilai bahwa ada yang lebih penting dari sekedar optimisme, yakni realistis.

"Sebetulnya saya suka bilang yang lebih penting dari optimis atau pesimis, adalah kita harus realis, realistis. Jadi fakta data. Apakah itu menyenangkan atau pahit, itu hal kedua, terpisah. Tapi kita harus menyampaikan apa adanya, dan itu justru yang saya banggakan selama 7 tahun membuat contekan-contekan, masukan-masukan kepada pak presiden. Kita menyampaikan apa adanya, hal-hal pahit, ya karena itu permulaan dari perubahan, dan perbaikan," jelasnya. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru