SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Lamongan tercatat mengalami peningkatan di awal tahun 2024.
Dari rentang Januari - Februari, 42 anak terjangkit DBD. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mengabarkan bila dari 42 anak terjangkit tersebut sudah mendapat penanganan.
Baca juga: Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa
Sementara itu, 8 diantaranya kini masih dirawat intensif di rumah sakit.
"Januari - Februari 2024 ada, 42 penderita DBD, 8 penderita masih menjalani perawatan," kata Kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Lamongan, dr Fida, Selasa (5/3/2024).
Baca juga: Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam
Penderita DBD adalah anak-anak usia sekolah, lanjut Fida, sejauh ini masih bisa dikendalikan sehingga tidak sampai jatuh korban atau kasus meninggal.
"Belum ada kasus meninggal, kami (Dineks) jauh-jauh hari telah banyak berkoordinasi terkait adanya lonjakan DBD ini," lanjutnya Menyikapi hal ini, Dinkes telah membuat surat kewaspadaan DBD ke seluruh Puskesmas dan kecamatan, juga memantau pelaksanaan kegiatan 3M masyarakat.
"Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk atau (PSN) rutin kita galakan di masyarakat. Adapaun upaya lainya yakni penyuluhan di sekolah atau desa terkait pencegahan DBD," ujarnya. Lm-01/ham
Editor : Moch Ilham