Lele Sebarat 10 Kg, Milik Warga Plosowahyu Juarai Kolela, dan Dibeli Bos Namira Rp 25 Juta

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemilik Lele seberat 10 Kg lebih menyerahkan kepada pemenang lelang Bos Namira Albert disaksikan oleh Bupati Yuhronur Efendi, Wabup, dan Sekda. SP/MUHAJIRIN  
Pemilik Lele seberat 10 Kg lebih menyerahkan kepada pemenang lelang Bos Namira Albert disaksikan oleh Bupati Yuhronur Efendi, Wabup, dan Sekda. SP/MUHAJIRIN  

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Seekor lele dengan berat mencapai 10,220 kilogram milik Toni, warga Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kota, berhasil keluar sebagai juara dalam ajang Kontes Lele (Kolela) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerjasama dengan Pemkab Lamongan, dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) dan Ulang Tahun PWI ke 80 Minggu, (8/3/2026) di Gedung Olahraga (GOR). 

Lele berukuran jumbo tersebut langsung menjadi perhatian para peserta, dan pengunjung karena ukurannya yang tidak biasa.

Dalam kontes tersebut, lele milik warga Plosowahyu berhasil mengungguli 36 peserta lainnya, setelah melalui penilaian dewan juri berdasarkan bobot, dan kondisi ikan. Keberhasilan itu membuat lele tersebut dinobatkan sebagai juara utama dalam lomba Kolela yang baru digelar tahun 2026.

Menariknya, setelah dinyatakan sebagai pemenang, lele seberat 10 kilogram itu langsung dibeli oleh Bos Namira dengan harga fantastis, yakni Rp25 juta.

Toni, pemilik lele mengaku tidak menyangka ikan peliharaannya bisa menjadi juara, sekaligus dibeli dengan harga tinggi. Ia mengatakan bahwa lele tersebut dipelihara dengan perawatan khusus sejak kecil hingga  akhirnya tumbuh besar.

“Alhamdulillah tidak menyangka bisa juara. Lele ini sudah saya pelihara cukup lama sekitar 12 tahun dengan pakan yang teratur,” ujarnya.

Sementara itu, Bos Namira Albert mengaku tertarik membeli lele tersebut, karena ukurannya yang langka, serta sebagai bentuk dukungan terhadap para peternak ikan di Lamongan.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada para peternak. Lele sebesar ini jarang ditemukan, jadi kami beli sebagai bentuk penghargaan,” katanya.

Sementara itu, bos Duta Merpati Indonesia, Pradita Aditya juga berhasil membeli lele yang dinobatkan sebagai juara kedua, dengan harga Rp 20 juta milik Panji warga Sugio dengan berat 9, 375 Kg.

Kepada wartawan Radit panggilan akrab pria yang juga sebagai Manager Bisnis Persela Lamongan ini, tertarik untuk membeli lele, sebagai bentuk apresiasi kepada peternak dan juga PWI, atas kegiatan ini.

Karena menurutnya, ajang Kolela sendiri menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat, khususnya para peternak ikan lele. Selain sebagai ajang silaturahmi antar peternak, kegiatan ini juga menjadi sarana untu memotivasi peternak, dalam meningkatkan kualitas budidaya ikan lele.

"Saya beli tadi untuk memberikan support penghargaan kepada peternak dan juga teman - teman PWI, yang mampu menginspirasi dengan acara Kolela ini," ujarnya.

Apalagi sebagian dari hasil lelang tadi, akan digunakan untuk bakti sosial oleh jurnalis yang tergabung di PWI Lamongan. 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kesempatan membuka Kolela menyebutkan, kalau lele menjadi simbol keuletan masyarakat, dan kebangkitan ekonomi Lamongan. 

Disebutkannya lele  memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Ikan lele dikenal lincah, mampu bertahan dalam berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat. Nilai-nilai tersebut dinilai mencerminkan semangat masyarakat Lamongan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” ujarnya.

Filosofi tersebut bahkan dianggap telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang selama ini dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha. Tidak hanya di sektor perikanan, tetapi juga pada usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah.

Kemudian, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Lamongan, sehingga acara kontes lele ini berjalan dengan lancar.

Kontes Lele Lamongan sendiri ditutup dengan kemeriahan festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan DWP Lamongan.

Kontes tersebut berlangsung meriah dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Lamongan dan sekitarnya. Banyak warga yang turut hadir untuk menyaksikan langsung lele-lele berukuran besar yang dilombakan. jir

Berita Terbaru

Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total di Tengah Desakan Penghentian Sementara dan Fokus Wilayah 3T

Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total di Tengah Desakan Penghentian Sementara dan Fokus Wilayah 3T

Jumat, 26 Jun 2026 20:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Lembaga pengawas program makan siang pemerintah, MBG Watch, mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan moratorium atau p…

Saksi Sumarno Sebut Maidi Minta OPD Siapkan Satu Domba untuk Mini Zoo 

Saksi Sumarno Sebut Maidi Minta OPD Siapkan Satu Domba untuk Mini Zoo 

Jumat, 26 Jun 2026 20:20 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 20:20 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –‎Selain dugaan pemerasan terhadap pengusaha dan pengembang dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi berkedok CSR dan grati…

Kepergian Kiai Politisi dan Politisi Kiai, dengan Segudang Pengabdian

Kepergian Kiai Politisi dan Politisi Kiai, dengan Segudang Pengabdian

Jumat, 26 Jun 2026 19:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 19:19 WIB

Obituari Oleh Muhajirin  Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dunia keulamaan dan masyarakat Kabupaten Lamongan kembali kehilangan salah satu putra t…

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

SURABAYPAGI.COM, Madiun - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor…

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Belasan tenaga magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur, menuntut kejelasan nasib ke pihak m…

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan likuiditas rumah tangga menjelang tahun ajaran baru mendorong peningkatan signifikan pada pembiayaan gadai emas di PT Bank S…