Bertemu Dubes Korsel Airlangga Bahas Kerja Sama di Bidang Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Duta Besar Korea Selatan (Dubes Korsel) untuk Indonesia Lee Sang Deok bertemu untuk membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Airlangga mengatakan, realisasi investasi Korsel di Indonesia mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2023. Hal itu menjadikan Korsel menduduki peringkat ke-7 sebagai negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Pro UMKM, Minta Perlakuan UMKM dan Usaha Menengah Besar, Tidak Dibedakan

“Tentunya investasi ini berkontribusi besar dalam pembangunan industri dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Airlangga mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama di sektor transisi energi, kesehatan, dan ekonomi digital.

Selain membahas terkait penguatan kerja sama, kedua perwakilan negara itu turut membahas rencana kunjungan kerja Airlangga ke Korsel.

Baca juga: Airlangga Ngotot Kenaikan PPN Cuma 1%, Tapi Warganet Hitung Beban Pajaknya 9%

Ia berencana akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian, Pangan, dan Perdesaan (MAFRA) Korsel dalam rangka membahas rencana kerja sama pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa.

Di sela-sela kunjungan kerja ke Korsel tersebut, Airlangga direncanakan menerima penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ekonomi dan perdagangan dari Gyeongsang National University (GNU).

Baca juga: Wewenang Menko Perekonomian, Dipreteli Prabowo

Pada kesempatan yang sama, Dubes Lee Sang Deok mengungkapkan dukungannya serta akan memfasilitasi untuk dilakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea (MOTIE) yang merupakan counterpart Menko Airlangga untuk forum Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC).

Forum itu terbagi dalam empat kelompok kerja, yaitu perdagangan dan investasi, industri, energi dan sumber daya mineral, serta perdagangan elektronik (e-Commerce). 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru