SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, KPK memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar. Indra diperiksa sebagai saksi. Rabu (15/5/2024), Indra terlihat hadir di gedung KPK, Jakarta Selatan.
Indra terlihat sendirian tanpa pengawal. Wajahnya tampak seperti tegang. Ia berjalan dengan serius. Disapa wartawan, tak menggubris. Indra,mengenakan kemeja putih dengan celana hitam.
Baca juga: Menag Naik Jet Pribadi, Lapor KPK, Khawatir Dituding Gratifikasi
Sekjen DPR Indra Iskandar meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut dugaan korupsi pengadaan kelengkapan rumah dinas anggota dewan secara profesional.
Hal ini disampaikan Indra usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi Rabu (15/5). Dia berada di gedung Merah Putih KPK hampir dua jam sejak pukul 09.51 WIB hingga 12.00 WIB.
“Saya berkeyakinan penyidik KPK, KPK akan bekerja secara profesional,” kata Indra kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Indra tak mau banyak bicara soal pemeriksaannya. Dia menegaskan sudah menjelaskan hal yang diketahuinya di hadapan penyidik sebagai warga negara yang baik.
“Sebagai warga negara yang baik saya sudah memenuhi panggilan dari penyidik KPK,” tegasnya.
“Dan hari ini intinya sudah saya sampaikan semua tentang pengetahuan saya tentang fakta-fakta yang saya ketahui sudah saya sampaikan,” sambung Indra.
Baca juga: KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi
Indra juga tak mau bicara soal penggeledahan di kantornya. Katanya, urusan materi dugaan korupsi yang sedanh berjalan sebaiknya dijelaskan KPK.
“Tanya ke penyidik, tanyakan penyidik. Saya enggak boleh masuk pokok perkara. Ini substansi silakan tanya penyidik, intinya sudah saya sampaikan,” ujarnya.
Masih Diperiksa Sebagai Saksi
Baca juga: Yaqut Praperadilan KPK, Disenyumi Lembaga Antirasuah
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Indra masih diperiksa sebagai saksi. Namun dirinya belum menjelaskan detail apa saja yang akan ditanyakan kepada Indra.
"Iya benar. Sudah hadir dan segera dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," kata Ali, Rabu tadi (15/5).
Dugaan korupsi pengadaan kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI ini merugikan keuangan negara mencapai puluhan miliar rupiah
KPK terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan perlengkapan di rumah jabatan DPR. KPK menyatakan lebih ada lebih dari dua orang tersangka dalam kasus tersebut. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham