SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kantor Wilayah (Kanwil) IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya melakukan pemantauan langsung komoditas bawang putih di Pasar Pabean untuk memastikan pasokannya tidak terganggu dan harganya juga stabil.
Kepala Kanwil IV KPPU Dendy R Sutrisno setelah kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabean Surabaya, Minggu, mengatakan kalau dari segi pasokan tidak ada masalah yang cukup signifikan, namun hal tersebut tetap akan diteliti lebih dalam lagi dengan pihak importirnya.
Baca juga: Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak
"Tentu saja ini juga akan kami kroscek kondisi dari realisasi impornya, karena khusus untuk bawang putih 90 persen Indonesia masih tergantung dengan impor," ucapnya.
Selain stok, pihaknya bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah (Polda) dan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim serta Kota Surabaya, juga memantau harga bawang putih di Pasar Pabean tersebut.
"Ada beberapa komoditas pangan yang beberapa waktu lalu sebenarnya terpantau cukup tinggi, salah satunya adalah bawang putih. Kalau harga dari Badan Pangan Nasional ditetapkan kurang lebih Rp37.000, namun 3-4 hari yang lalu terpantau sempat menyentuh hingga Rp40.000 bahkan sampai ada yang Rp50.000 per kilogramnya," ujarnya.
Baca juga: Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar
Oleh karena itu, dengan harga bawang putih yang masih berkisar 5-7 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya melakukan early warning system atau peringatan dini kepada pihak-pihak yang terkait.
"Dengan memantau langsung di pasar, ini upaya early warning system agar tidak ada oknum yang memanfaatkan berbagai isu-isu, yang menyebabkan harga bergerak naik," katanya.
Dari pengakuan distributor, lanjutnya, meskipun harga naiknya sedikit tapi berkala, untuk harga bawang putih di kisaran Rp500 hingga Rp1.000.
Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik Imbas Konfilik Geopolitik, Perajin Tempe di Surabaya Pilih Perkecil Ukuran
"Padahal kami sudah memilih pasar yang paling dekat dengan distributor, bagaimana dengan yang berjarak dengan distributor, kami akan pantau juga, bisa jadi berpengaruh," ucap Dendy.
Tahap selanjutnya, pihaknya akan memanggil importir yang ada di Surabaya, kemudian berkoordinasi dengan Balai Karantina dan Bea Cukai untuk mengetahui realisasi impor bawang putih dengan berbasis data. S-01/ham
Editor : Moch Ilham