SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Puluhan tahun Mimpi warga Lamongan khusus nya Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU), untuk mempunyai bupati asli kader NU harus diwujudkan. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan kerjasama berkolaborasi yang kuat semua pihak.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PW ISNU Jawa Timur Moh. Dawud mengawali sambutannya saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) I, PC ISNU Kabupaten Lamongan, di Hall Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan, Sabtu (01/06/2024).
Disebutkan olehnya, Kabupaten Lamongan ini dirasa sangat janggal, dengan jumlah warga Nahdlatul Ulama mayoritas, tapi sudah puluhan tahun bupatinya bukan dari kader NU.
"Kabupaten tetangga Lamongan itu, bupatinya sudah kader NU, Bojonegoro ada Bu Anna Muawanah, Tuban sebelumnya juga kader NU, Gresik, Mojokerto dan Sidoarjo semua kader NU," ungkapnya.
Karena itu, sebagai cendekiawan, ISNU harus memenangkan masa depan Lamongan, untuk mengantarkan kader NU menjadi bupati Lamongan. "ISNU Lamongan harus bisa antarkan kader NU menjadi bupati Lamongan, bersatu, berkolaborasi bekerjasama dengan semua pihak semoga pilkada tahun ini pecah telur Lamongan punya bupati benar-benar Kader NU," harapan.
Baca juga: PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan
Gayung Pun bersambut, Muhammad Hafidh Nashrullah, Ketua PC ISNU Kabupaten Lamongan sepakat bupati Lamongan pilkada 2024 ini harus dari kader NU.
"Para akademisi harus memberikan sumbangsih pemikiran terutama pada tahun ini akan ada momentum Pilkada di Kabupaten Lamongan. Pemimpin dari kalangan NU harus bisa tampil dan memenangkan kontestasi Pilkada," katanya.
Untuk mewujudkan itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan lembaga survey untuk melihat fenomena dan fakta kemana arah dukungan serta keinginan warga NU dalam pilkada. "Saat ini hasil survei tengah proses final, sebentar lagi akan dirilis, ada sekitar sekitar 1.200 responden yang diwawancarai," terangnya.
Baca juga: Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang PT Zam-Zam Residence
Dari hasil survei itu kata Hafidh, bisa dijadikan gambaran, dan warga NU yang muda-muda apalagi cendikiawan tidak boleh berhenti menjadi penonton, tapi harus tampil menjadi penggerak, agar apa yang dicita-citakan dan diimpikan selama ini punya bupati kader NU bisa terwujud.
"Kita lihat aspirasi masyarakat NU apalagi yang muda yang pinter tidak boleh berhenti bergerak, dan kita konsolidasikan bagaimana nanti bisa mempunyai bupati yang diinginkan oleh warga Lamongan khususnya warga NU untuk ambil bagian insyaallah terwujud," harapnya. jir
Editor : Desy Ayu