Komisi E Prihatin Fasilitas SMANOr Jatim Kurang Layak

surabayapagi.com
Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja, pada Jumat (31/5). SP/IST

SURABAYAPAGI,COM, Surabaya - Fasilitas dan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOr) Jawa Timur di Sidoarjo mendapat sorotan DPRD Jatim. Kondisinya dinilai tidak layak dan memperihatinkan.

Kondisi memperihatinkan itu diketahui setelah Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja dan sempat berkeliling di gedung dan lahan yang dimiliki SMANOr, pada Jumat (31/5) kemarin.

Baca juga: Fraksi PDIP Jatim Cetuskan Layanan Pemulihan Korban Kekerasan di Raperda Perlindungan Perempuan Anak

 “Kita tadi berkeliling ternyata luas sekali SMANOr ini, cuma maintenancenya kurang layak,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin.

Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, perlu adanya kordinasi yang intens dari pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan dan Dinas PU Cipta Karya, dalam memenuhi kebutuhan fasilitas SMANOr supaya memenuhi standar dan kèlayakan.

Baca juga: Hari Yulianto Pastikan Fraksi PDIP Akan Awasi Sekolah Rakyat Sampai ke Lapangan

Setelah dilakukan dialog dengan pihak-pihak terkait, lanjut Benjamin, Dinas PU Cipta Karya telah merumuskan besaran kebutuhan sekolah yang memiliki 15 cabang olahraga ini. Rancangan anggaran tersebut dibuat setelah kunjungan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada November 2023 lalu.

“Bu Gubernur waktu datang ke sini beliau merespon, bukan basa basi, beliau memerintahkan kepada Dinas PU Cipta Karya untuk mengukur dan memperhatikan gedung-gedung yang akan direhab,” ujar pria asal Sidoarjo ini.

Baca juga: Ketua Komisi E Sri Untari Lindungi Warisan Budaya Tak Benda dan Kesejahteraan Seniman

Kendari demikian, anggaran yang sudah dirumuskan Dinas PI Cipta Karya hanya bisa dieksekusi oleh Dinas Pendidikan. Oleh karena itu, kondisi sekolah yang mencetak para atlet ini akan terus memprihatinkan jika tidak ada atensi khusus dari Dinas Pendidikan.

“Tapi hasil rekapan ini kan dianggarkan melalui Dinas Pendidikan. Oleh karena itu tinggal Dinas Pendidikan nanti buatlah anggaran itu supaya kami di Komisi E  mensetujui juga atau menganggarkan,” kata Benjamin.sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru