SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Komisi E DPRD Jawa Timur dibuat penasaran dengan ribuan lulusan SMK asal Jawa Timur yang kini bekerja dan menjalani magang di luar negeri. Dalam hearing evaluasi kinerja Triwulan I Tahun 2026 bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Jumat (22/5/2026), para legislator bahkan meminta diajak meninjau langsung kondisi para siswa di negara tujuan.
Rapat hearing tersebut dipimpin Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, didampingi Wakil Ketua Jairi Irawan serta anggota Komisi E lainnya, yakni Rasiyo, Suli Daim, Hari Yulianto, Cahyo Harjo Prakoso, Suwandy Firdaus, Siti Mukiyarti, dan Aida Fitriati.
Dalam forum tersebut, Sri Untari mengaku ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi para lulusan SMK Jawa Timur yang kini bekerja di luar negeri.
“Kami ingin melihat mereka di sana bekerjanya bagaimana? Bisa bekerja dengan baik tidak? Bagaimana kondisi mereka di luar negeri,” ujar Sri Untari.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, keberhasilan program penempatan kerja luar negeri tidak cukup hanya diukur dari banyaknya lulusan yang berhasil diberangkatkan. Menurutnya, DPRD juga perlu mengetahui apakah para siswa bekerja sesuai kompetensinya, memperoleh penghasilan layak, hingga merasa nyaman tinggal di negara tujuan.
Keinginan tersebut turut didukung anggota Komisi E Fraksi PKB, Siti Mukiyarti. Komisi E berharap program penempatan kerja luar negeri benar-benar menjadi solusi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan lulusan SMK di Jawa Timur.
Selain membahas program penempatan kerja luar negeri, Sri Untari juga menyoroti serapan anggaran Dinas Pendidikan Jatim agar lebih optimal.
“Kami berharap jangan banyak-banyak SiLPA,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, saat ini terdapat 4.920 murid dan alumni SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur yang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.
Jumlah tersebut berasal dari 112 SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Jawa Timur. Dari total itu, sebanyak 3.186 peserta merupakan siswa aktif kelas XII dan XIII yang mengikuti program magang internasional, sedangkan 1.734 lainnya merupakan alumni yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Sebagian sudah siap dan mendapat sertifikasi, mereka sudah berangkat. Ada juga yang nanti berangkat bulan Juni, Juli, dan seterusnya,” jelas Aries.
Ia menerangkan, sebelum diberangkatkan para siswa harus melewati berbagai tahapan, mulai dari uji kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan hingga sertifikasi kemampuan bahasa asing.
Aries juga merespons positif keinginan Komisi E DPRD Jatim untuk melakukan peninjauan langsung ke luar negeri.
“Tadi Komisi E juga meminta ingin meninjau di luar negeri. Ya harus dilihat dulu hasilnya. Sekian bulan mereka sudah bekerja, dapat gaji, baru kita lihat apakah mereka betah dan apakah sesuai dengan kompetensinya,” katanya.
Program penempatan kerja luar negeri tersebut mencakup berbagai bidang keahlian, mulai dari Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Ketenagalistrikan, Kesehatan, Tata Boga, Perhotelan, Multimedia, Pertanian, hingga sektor lainnya. rko
Editor : Redaksi