Orderan Meningkat Drastis 2 Kali Lipat

Perajin Tusuk Sate Panen Cuan Jelang Kurban Idul Adha

surabayapagi.com
Permintaan tusuk sate pun meningkat drastis hingga dua kali lipat di Jombang. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Perajin tusuk sate daging kurban dari bambu di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, kebanjiran cuan lantaran orderan yang meningkat drastis hingga 2 kali lipat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Ira Nuriawan (32), salah satu perajin tusuk sate mengatakan, dalam sehari dia menghabiskan 15 lonjor bambu untuk memenuhi pesanan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca juga: OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

"Untuk hari besar, permintaan meningkat hampir dua kali lipat setiap minggunya. Tiap hari bisa membuat tusuk satai dari 10-15 batang bambu," katanya, Kamis (13/06/2024).

Baca juga: Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Dia menjelaskan, untuk membuat tusuk satai, dirinya harus memilih jenis bambu apus yang sudah tua dan kuat, sehingga tidak mudah patah jika daging kambing maupun daging sapi ditusukkan ke bambu yang sudah berbentuk lidi.

Sementara itu, saat disinggung harga untuk tusuk sate tersebut, dirinya mematok harga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per bungkus. Dalam sebulan dia sudah memproduksi 2 ton tusuk satai. Dia pun meraup cuan Rp 5 juta.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi

"Harga tergantung ukuran tusuk sate. Pendapatan bersih antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta," ujarnya. jbg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru