SURABAYAPAGI.com, Jombang - Perajin tusuk sate daging kurban dari bambu di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, kebanjiran cuan lantaran orderan yang meningkat drastis hingga 2 kali lipat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ira Nuriawan (32), salah satu perajin tusuk sate mengatakan, dalam sehari dia menghabiskan 15 lonjor bambu untuk memenuhi pesanan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Baca juga: Sepanjang Fest: Zakaria Dimas NasDem Dorong Eksistensi Budaya Tradisional Seni Jaranan Wahyu Bawono
"Untuk hari besar, permintaan meningkat hampir dua kali lipat setiap minggunya. Tiap hari bisa membuat tusuk satai dari 10-15 batang bambu," katanya, Kamis (13/06/2024).
Baca juga: Momen Libur Lebaran, Omzet Pedagang Pantai Trenggalek Melonjak hingga 100 Persen
Dia menjelaskan, untuk membuat tusuk satai, dirinya harus memilih jenis bambu apus yang sudah tua dan kuat, sehingga tidak mudah patah jika daging kambing maupun daging sapi ditusukkan ke bambu yang sudah berbentuk lidi.
Sementara itu, saat disinggung harga untuk tusuk sate tersebut, dirinya mematok harga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per bungkus. Dalam sebulan dia sudah memproduksi 2 ton tusuk satai. Dia pun meraup cuan Rp 5 juta.
Baca juga: Pengrajin Ketupat di Pamekasan Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran Ketupat
"Harga tergantung ukuran tusuk sate. Pendapatan bersih antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta," ujarnya. jbg-01/dsy
Editor : Desy Ayu