DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

author Handoko Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan momentum Car Free Day (CFD) alun alun Sidoarjo ke lapangan Mall Pelayanan Publik Lingkar Timur yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo kembali menuai perhatian DPRD Sidoarjo.

Sebagai fungsi pengawasan DPRD Sidoarjo mendorong usaha ekonomi kerakyatan yakni para PKL Sidoarjo tetap berjalan tanpa harus berhenti, dan pemerintah harus memberikan ruang yang cukup strategis dan layak untuk perputaran ekonomi   sebagai denyut urat nadi ekonomi masyarakat kecil.

Pada dasarnya keberadaan para pedagang PKL ini hidup dari moment seremonial yang digelar rutin oleh pemerintah seperti momentum Car Free Day (CFD),  atau adanya utilitas seperti taman bermain yang banyak dikunjungi orang dengan memanfaatkan wilayah atau lokasi khusus sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih.

"Intinya DPRD Wajib mendorong untuk memajukan ekonomi kerakyatan para pedagang PKL yang ada di Sidoarjo" tandas Abdillah Nasih.

DPRD menilai perlu adanya koordinasi lintas instansi agar pembinaan PKL mengedapankan pendekatan humanis.

Hal ini terkait dengan kebijakan eksekutif dalam evaluasi gelar CFD Minggu ke 3 di Alun Alun Sidoarjo bakal diliburkan sementara selama Bulan Suci Ramadhan.

Sedangkan para pedagang PKL CFD bakal dipindahkan ke area Mall Pelayanan Publik atau tidak ada kegiatan aktivitas sama sekali.

Kebijakan eksekutif yang memindahkan CFD dari Jalan Ponti ke Alun Alun Sidoarjo yang ujungnya meliburkan sementara CFD selama Ramadhan serta memindahkan aktivitas PKL ke Lapangan MPP Lingkar Timur sangat dikeluhkan oleh para PKL sebab situasi area MPP terpencil.

Sementara itu Ketua Umum Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo), Junius Bram, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang dianggap lepas tangan. 

"Pemkab hanya memberi tempat, lalu membiarkan kami tanpa ada hiburan atau upaya menarik massa. Padahal saat rapat bersama OPD terkait, kami terpaksa berjualan di MPP dengan syarat Pemkab bantu menghidupkan suasana untuk menarik pembeli. Mereka seolah tidak punya visibility study (studi kelayakan) dalam memindahkan kami sebagai pedagang kecil, penopang ekonomi kerakyatan di Sidoarjo," kecam Bram dengan tegas. Minggu (22/2).

Ia menilai, Pemkab tidak serius menghidupkan ekonomi rakyat, karena tidak adanya manajemen acara yang serius dan terintegrasi, untuk menggaet pengunjung ke wilayah Lingkar Timur.

Secara regulasi, perlindungan terhadap PKL sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Aturan ini mengamanatkan pemerintah daerah untuk melakukan penataan dengan tetap memperhatikan kelangsungan usaha pedagang. 

Namun, realita di Sidoarjo menunjukkan adanya jurang pemisah antara regulasi dan implementasi, di mana relokasi ini justru mencekik nadi ekonomi warga kecil yang mereka rasakan secara langsung.

Sebagai langkah perlawanan terhadap ketidakadilan ini, Pedalindo beserta paguyuban PKL lainnya berencana mengadu ke DPRD Sidoarjo dalam waktu dekat. Mereka menuntut pengembalian zona jualan ke kawasan GOR Delta (Ponti), atau zona CFD Alun-Alun selama sisa bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. 

Jika aspirasi ini diabaikan oleh Pemkab, para pedagang mengancam akan mengambil langkah nekat demi menyambung hidup keluarga mereka, yang kini berada di ujung tanduk akibat kebijakan yang dianggap tidak inklusif. Hdk

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…