Tragisnya Perselingkuhan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi semakin panas memasuki tahun 2026, ditandai dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan oleh polisi. Istri sah Insan, Wardatina Mawa, melaporkan dugaan perzinaan dengan bukti CCTV, sementara Inara mengaku ditipu soal status lajang Insan dan sempat melaporkan balik. 

Kepolisian telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan akan melakukan BAP lanjutan terhadap pelapor dan terlapor.

Insanul Fahmi mengaku telah menikahi Inara secara siri, yang memicu kemarahan istri sahnya, Mawa.

Inara yang dituding Marwa,  sebagai lelakor, merasa menjadi korban karena mengira Insan adalah pria lajang saat menikah siri. Inara sempat melaporkan balik namun kemudian mencabut laporan tersebut.

Mawa menyerahkan bukti rekaman CCTV yang diduga menunjukkan hubungan terlarang antara suaminya dan Inara. Inara sempat mengalami cancel culture dan beristirahat dari pekerjaan akibat pemberitaan ini. 

Konflik ini masih terus bergulir panas dengan kedua belah pihak, Inara dan Mawa, mempertahankan argumen hukum masing-masing.

Insanul Fahmi hari Minggu (23/2) angkat bicara tentang perasaan terdalamnya sebagai orang tua. Ia mengaku hampir dua bulan tidak bertemu sang anak, sebuah kondisi yang membuatnya terpukul secara emosional dan mental.

Insanul Fahmi juga secara terbuka mengungkapkan kesedihannya karena akses bertemu anaknya dibatasi. Ia menyebut situasi ini membuatnya bingung sekaligus terluka.

“Aku coba berkali-kali sih bingung ketemu sama Afnan (anaknya). Tapi memang sedih sih karena dibatasin enggak dibolehin,” ucapnya yang dikutip dari tayangan YouTube. .

Ia juga mengungkap keyakinannya bahwa sang anak pasti merindukannya. Perasaan tersebut muncul karena ikatan emosional yang selama ini terjalin kuat antara ayah dan anak.

“Padahal aku tahu pasti Afnan tuh sering nyariin aku pasti dia nanya abati di mana sih pasti pasti pasti aku aku tahu dia pasti nyariin,” lanjutnya.

Bagi Insanul, tidak bisa bertemu anak bukan hanya soal jarak fisik, tetapi juga kehilangan peran penting dalam tumbuh kembang sang buah hati. Ia mengaku bahkan tidak mendapatkan respons ketika menanyakan hal-hal sederhana seperti sekolah anaknya.

“Aku bahkan aku nanya sekolah aja nggak direspon gitu sekolahnya mau di mana ini sudah akhir tahun harusnya udah daftar,” tuturnya.

Kenangan sederhana bersama anak justru menjadi hal yang paling ia rindukan. Aktivitas kecil yang dulu terasa biasa, kini berubah menjadi momen berharga yang sulit ia jangkau.

 

Laporkan Istri ke Komnas Anak

Insanul Fahmi membahas soal rencananya melaporkan sang istri, Wardatina Mawa ke Komnas Anak. Sebab, ia merasa dibatasi waktunya untuk bertemu anaknya.

Hal ini dilakukan setelah melihat keputusan istri sirinya, Inara Rusli yang melaporkan mantan suami, Virgoun terkait hal serupa.

"Makanya dalam beberapa waktu ini, kalau misalnya memang masih belum ada respons buat ketemu anak, kayaknya aku sama Bang Tommy (kuasa hukum) pengin tegas ke Komnas Anak," ujar Insanul Fahmi di kawasan Jakarta Barat, Sabtu (21/2/2026).

Meski begitu sampai saat ini, hal tersebut belum dilakukan karena upaya itu disebut akan menjadi 'senjata' terakhirnya. Insanul merasa tak ingin melebihkan permasalahan ini.

"Karena kalau misalnya kita laporin ke Komnas ini jadi semakin panjang ya. Apalagi bulan puasa, pengin damai-damai kita masih berharap kalau bisa dijalankan dengan cara yang persuasif," papar Insanul Fahmi.

Untuk komunikasi dengan anak, Insanul Fahmi mengaku masih sering berkomunikasi melalui sambungan video call.

 

Selingkuh Diawali Meeting

Pertemuan Inara dan Insan berlanjut semakin intens. Bahkan beberapa hari setelah pertemuan mereka di akhir Juli, Inara dan Insan memutuskan untuk menikah secara agama tanpa sepengetahuan Mawa.

Insan menunjukkan sejumlah bukti pernikahan tersebut kepada Richard Lee, berupa foto dari surat pernyataan serta video yang berisi prosesi ijab kabul mereka.

Tak lama setelah pernikahan tersebut, keduanya diduga melakukan hubungan suami dan istri di rumah Inara Rusli, seperti yang disebut oleh Insan. Tak mereka duga, kegiatan intim tersebut terekam oleh CCTV rumah itu.

"CCTV itu kapan dilakukan? Saya bacanya itu Agustus ya, CCTV itu video tanggal berapa?" cecar Richard.

"Tanggal 8 [Agustus], kami nikah dulu," jawab Insan.

"Setelah menikah?" balas Richard.

"Itu setelah nikah," jawab Insan.

Menurut Wardatina Mawa kepada Denny, video rekaman CCTV yang ia dapat di kemudian hari itu berdurasi hingga dua jam. Sepenggal videonya sempat ditunjukkan kepada Denny Sumargo dan Mawa meyakinkan bahwa identitas suaminya terlihat jelas dalam video itu.

Nama Inara Rusli menjadi sorotan setelah dirinya dilaporkan oleh seorang perempuan asal Medan bernama Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025 dengan dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Perempuan 24 tahun itu tak cuma melaporkan Inara semata. Ia juga melaporkan suaminya, pebisnis berusia 25 tahun asal Medan, bernama Insanul Fahmi. Mawa datang ke polisi bukan hanya dengan tudingan, tetapi dengan bukti yang konon berupa rekaman video CCTV dugaan perzinahan Inara dan Insan.

Mawa kemudian membahas permasalahan rumah tangganya tersebut dengan Denny Sumargo dalam video yang tayang di YouTube pada 24 November 2025.

 

Mawa Duga Inara tak Tahu

 Sementara itu, Insanul Fahmi muncul bersama Richard Lee dalam video yang diunggah pada 26 November 2025 

Insanul Fahmi mengakui kepada Richard Lee bahwa dirinya bertemu dengan Inara Rusli pertama kali pada akhir Juli 2025, yang juga senada diucapkan oleh Mawa kepada Denny Sumargo.

Menurut Insan, dirinya dikenalkan kepada Inara Rusli oleh temannya karena Inara berkeinginan untuk berbisnis travel. Sementara itu, Insan sudah memiliki sejumlah bisnis kuliner dan travel.

Pertemuan mereka kemudian menghasilkan sejumlah rapat yang disebut Insan berlangsung secara "intens". Hingga kemudian, Insan mengakui bahwa dirinya jatuh hati kepada Inara.

"Karena intens meeting, kadang juga di rumahnya karena dia harus jaga anak, aku kasihan. Daripada jadi fitnah, jadinya aku bilang [ke Inara] 'ya sudah bagaimana kalau kita seriusin saja?'," kata Insan.

Mawa menduga Inara semula tidak mengetahui bahwa Insan adalah pria masih beristri dan memiliki satu orang anak. Hal itu lantaran suaminya sejak 2019 tersebut mencitrakan diri bagai pria lajang di media sosial. n jk, erc, rmc

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…