SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai salah satu memperkuat pondasi ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mengintegrasikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan digitalisasi dan hilirisasi. Oleh karenanya, pihaknya menargetkan pertumbuhan yang tidak hanya stabil, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Pasalnya, menurut Bupati Lumajang Indah Amperawati, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus bertumpu pada potensi lokal, memperkuat pelaku usaha, serta menciptakan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Kami mempercepat langkah penguatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui strategi yang berfokus pada sektor unggulan, peningkatan nilai tambah, serta percepatan transformasi digital," ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Sehingga, pihaknya berkomitmen memajukan sektor unggulan daerah harus dikelola secara berkelanjutan agar pertumbuhan tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk.
"Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi yang lebih bernilai," katanya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan transformasi digital juga menjadi agenda strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat sistem distribusi dan rantai pasok. Hal itu karena digitalisasi memungkinkan pelaku usaha, khususnya UMKM, menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang semakin cepat.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan lembaga pendukung menjadi kunci agar akselerasi ekonomi berjalan terarah dan berkelanjutan. Kami ingin membangun ekonomi yang inklusif, adaptif, dan tahan terhadap berbagai tantangan," ujarnya. lj-01/dsy
Editor : Redaksi