SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kabar baik bagi para penerima bantuan pangan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Pasalnya akan ada bantuan pangan berupa beras tahap 3 akan kembali digelar. Namun, kali ini ada yang berbeda, pada tahap ini menjadi 10 kg per 2 bulan. Berbeda dari tahap 1 dan yang setiap keluarga penerima manfaat menerima 10 kg per bulan.
“Kami baru menerima info dari pernyataan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Kami masih menunggu penugasan resmi ke Bulog,” ujar Kepala Bulog Cabang Tulungagung, David Donny Kurniawan, Kamis (27/6/2024).
Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP di Jombang Aman dan Stabil Jelang Lebaran 2026
“Dari segi nilainya setara 5 kg/bulan, tapi pemberiannya setiap 2 bulan,” sambung David.
Lebih lanjut, saat ini Bulog Cabang Tulungagung mempunyai stok beras sebanyak 9.000 ton. Penyaluran dilaksanakan setiap 2 bulan, masing-masing pada Bulan Agustus, Oktober dan Desember 2024.
“Dari segi nilainya setara 5 kg/bulan, tapi pemberiannya setiap 2 bulan,” sambung David.
Baca juga: Momentum Safari Ramadhan, Bupati Nganjuk Pastikan Gabah Petani Terserap Rp 6.500 per Kilogram
Menurutnya, saat ini Bulog Cabang Tulungagung mempunyai stok beras sebanyak 9.000 ton. Jumlah ini berasal sisa beras impor dan beras baru dari serapan gabah petani di musim panen 2024.
Sebagai informasi, sebelumnya diumumkan kelanjutan penyaluran bantuan sosial cadangan pangan. Penyaluran tahan 3 ini mulai dari Juli hingga Desember 2024. Sedangkan untuk penyaluran dilaksanakan setiap 2 bulan, masing-masing pada Bulan Agustus, Oktober dan Desember 2024.
Baca juga: Dapur SPPG Tulungagung Mayoritas Belum Kantongi Syarat CKG untuk Pegawai
Sementara Bulog Cabang Tulungagung menyalurkan beras untuk kebutuhan program ini sebanyak 2.856 ton per bulan. Jumlah itu disalurkan untuk semua wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung, meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.
Saat ini, proses penyerapan gabah petani dihentikan, menunggu masa panen kedua di tahun 2024. “Sekarang setop dulu, kemungkinan akan ada target baru (penyerapan gabah petani) di panen kedua,” jelas David. tlg-01/dsy
Editor : Desy Ayu