Wujudkan Toleransi dan Moderasi, Pj Ali Kuncoro Hadiri Seremonial Pembangunan Wihara Buddhayana

Reporter : Dwi Agus Susanti

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Wihara Buddayana di Jl. Joko Tole, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (7/7/2024).

"Di Kota Mojokerto toleransi dan moderasi nya itu nyata adanya, semua agama kita wadahi, kita akomodir sehingga semua umat beragama bisa menjalankan ibadahnya secara tenang, damai dan khusuk," tutur Ali Kuncoro.

Baca juga: Cegah Panic Buying, Pj Wali Kota Mojokerto Pastikan Distribusi Elpiji Melon Lancar

Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini mengatakan bahwa moderasi beragama sudah lama terbentuk di Kota Mojokerto, untuk itu sudah menjadi kewajiban bersama merawat dan menjaga keberagaman di Bumi Mojopahit.

"Keberagaman ini harus terus kita jaga, kita pelihara dan kita kuatkan, karena justru dengan keberagaman ini akan menjadikan kita menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang saling menghormati diantara perbedaan yang ada," terangnya.

Baca juga: Pj Walikota : PNM Dongkrak Pertumbuhan UMKM Kota Mojokerto

Ali Kuncoro juga merasa tersanjung karena bisa menjadi bagian sejarah baru peradaban Kota Mojokerto melalui peletakan batu pertama pembangunan Wihara Buddayana tersebut.

Ia berharap kedepan Kota Mojokerto masyarakatnya akan semakin menjunjung tinggi  moderasi, menghargai keberagaman serta saling menjaga toleransi antar umat beragama.

Baca juga: Tinjau Gedung Produksi Bersama Sentra IKM Alas Kaki Pertama dan Terbesar di Jatim

"Harapan kami ini nanti bisa menjadi simbol kebesaran baru, sebuah icon baru yang ada di Kota Mojokerto, nanti umat budha bisa melaksanakan ibadah disini dengan khusuk dan tenang," ujarnya.

"Dan yang tidak kalah penting pasti akan ada Teori trickle down effect nya yang akan muncul. Masyarakat sekitar tumbuh perekonomian baru, pasti nanti akan dikunjungi banyak orang," tambahnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru