Migor Mahal Tembus Rp 16 Ribu per Liter, Perajin Tahu di Jombang Terpuruk

surabayapagi.com
Ilustrasi. Perajin tahu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Imbas mahalnya harga minyak goreng (migor) yang saat ini sudah tembus Rp 16 ribu per liter dari yang sebelumnya Rp 15 ribu per liter membuat para perajin tahu di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang benar-benar terpuruk dan pasrah.

Pasalnya, selain menjual mentah, para perajin juga menjual tahun yang sudah siap santap, yakni tahu goreng. Sehingga mereka juga membutuhkan banyak minyak goreng untuk proses produksi tahu miliknya.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Namun sejak tiga bulan terakhir ini para perajin sedang tidak baik-baik saja. Tentu saja, produsen tahu goreng di Sumbermulyo harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan. Salah satunya caranya adalah dengan memperkecil ukuran. 

“Harga minyak naik, tapi Harga kedelai turun. Jadi kita masih bisa bernafas lega,” ujar Nuryatim (53), salah satu perajin, Minggu (21/07/2024).

Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

Lebih lanjut, menurutnya, kenaikan harga minyak goreng sangat membebani para perajin, mengingat minyak merupakan bahan baku dalam memproduksi minyak goreng. Agar tidak merugi, Nuryatim dan perajin lainnya memperkecil ukuran tahi yang dipasarkan.

“Kita harus mengurangi ukuran agar bisa terus bisa produksi, karena harga minyak naik terus. Kalau tidak, kita bisa merugi,” ujar pengusaha asal Desa Sumbermulyo yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut.

Baca juga: Tetap Eksis Diminati Pasar, Perajin Barongan Jaranan di Kota Blitar Raih Omzet Fantastis

Sebagai informasi, Desa Sumbermulyo selama ini dikenal sebagai sentra tahu di Kabupaten Jombang. Mereka menjualnya di Jombang dan sekitarnya. Mulai Mojokerto, Lamongan, Gresik, hingga Surabaya. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru