Maksimalkan Pengelolaan Aset, Reni Astuti Dorong Pemkot Buat Peta Aset Digital

Reporter : Al Qomaruddin

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Surabaya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Reni Astuti mendorong Pemerintah Kota Surabaya agar lebih berinovasi dalam mengembangan pengelolahan aset daerah. 

Sehingga menurut Reni PAD kota Surabaya tidak hanya berasal dari pajak, retribusi, hingga kekayaan yang dipisahkan atau BUMD. Ia berpendapat bahwa Surabaya perlu memperkuat aspek lain sebagai pemasukan di PAD. Salah satunya adalah dari aset daerah. 

Baca juga: Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Aktivasi Ruang Publik

“Pemkot perlu memperkuat keberadaan aset strategis yang dimiliki agar bisa memberi kontribusi ekonomi bagi warga dan meningkatkan kinerja keuangan daerah,” ungak Reni, Rabu (7/8).

Untuk itu, lanjut Reni, peningkatan pengelolaan aset mutlak dilakukan. Surabaya memiliki banyak aset yang bisa dimanfaatkan. Selama ini, Pemkot menggunakan aset daerah sebagai rumah padat karya. Disana, aset pemkot dikelola masyarakat dari kalangan keluarga miskin sehingga memberdayakan ekonomi mereka. Namun, itu saja belum cukup.

Banyak aset lain yang juga bisa dimanfaatkan. Misalnya, disewakan untuk usaha kuliner. Atau, menurut Reni, belakangan tengah trending pergudangan untuk pengusaha di bidang ekspedisi. Pemkot bisa melihat peluang tersebut dengan menyewakan asetnya sebagai gudang. Lantas jika Pemkot tidak ingin mengelola aset, maka bisa ditawarkan ke pihak swasta. Terpenting, pengelolaannya tetap berdasarkan peraturan yang berlaku sehingga meminimalkan aset-aset mangkrak.

Baca juga: Ketua Komisi A Beri Cacatan Satu Tahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Intinya, perlu inovasi yang dilakukan terus menerus. Dengan melihat kondisi masa kini dan tren yang sedang berjalan. Inovasi itu juga bisa dengan membuat peta aset digital,” jelas Reni.

Peta aset digital tersebut, dikatakan Reni, menampilkan aset-aset Pemkot yang ada di Kota Pahlawan. Baik gedung, lapangan, tanah, taman, atau lainnya. Tak hanya itu, pengkajian juga perlu dilakukan. Mulai dari pengkajian prospek, penggunaan, hingga daya jual lahan. Peta aset itu juga diharapkan di-publish agar dapat dibuka semua elemen masyarakat. 

Baca juga: Peringati HARJASDA 167 Kelurahan Sepanjang Sabet Layanan Publik Terbaik

“Sehingga nanti jika ada investor yang ingin masuk, bisa melihat peta aset tersebut. Mereka jadi lebih punya gambaran. Terlebih sudah ada pengkajian dari pemkot tentang berapa nilai ekonomisnya dan pengelolaannya,” ujar Reni.

Hal itu perlu dilakukan mengingat tiap tahun Surabaya mengandalkan sumber PAD yang sama. Hal itu membuat anggaran di APBD juga tak banyak perubahan. “Jadinya, ya, stagnan saja karena sumber PAD tiap tahunnya sama. Misal anggaran pendidikan ya segini-segini saja, hanya mengulang hal yang rutin. Makanya harus ada inovasi di pengelolaan aset, supaya PAD makin tinggi dan pembangunan juga bisa lebih digenjot,” pungkas Reni. Alq

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru