Kini Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kebutuhan BBM menjelang Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat signifikan, mencapai sekitar 11-12�ri konsumsi normal akibat tingginya arus mudik. Pertamina memastikan stok aman dengan menyiagakan 7.885 SPBU dan mengimbau masyarakat tidak panic buying. Lonjakan tertinggi diprediksi terjadi pada H-3 hingga H-2.
Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dihubungi Minggu (15/3) mengatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) aman menjelang Lebaran 2026.
Menurutnya, cadangan berbagai jenis BBM saat ini berada di atas minimum. Sehingga, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.
"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak,” ucap Bahlil berdasarkan keterangannya yang dilansir Antara, Sabtu (14/3/2026).
Mengenai rincian stok cadangan, Bahlil saat Sidang Kabinet Paripurna pada, Jumat (13/3/2026), menerangkan pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 stoknya mencapai sekitar 24,39 hari.
Untuk cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 dilaporkan kapasitas sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari. Jenis solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai sekitar 16,41 hari, sementara solar CN 53 sekitar 46 hari dan avtur sekitar 38 hari.
Mekanisme perdagangan tak Normal
Meski demikian, kata Bahlil, kondisi pasar minyak global saat ini membuat mekanisme perdagangan tidak lagi berjalan normal. Kelangkaan pasokan membuat pihak yang menawarkan harga lebih tinggi berpotensi mengambil alih pasokan yang sudah dijual.
"Karena siapa ada cuan, dia beli. Barangnya sekarang susah," tambah Bahlil.
Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyampaikan protes kepada pihak penjual. Pemerintah juga menegaskan akan mengambil langkah hukum apabila pengiriman tidak dilanjutkan.
Setelah dilakukan komunikasi dan tekanan kepada pihak penjual, masalah tersebut akhirnya menemui titik terang. Bahlil mengatakan kedua kargo minyak tersebut dijadwalkan kembali dikirim ke Indonesia pada 18 Maret.
Gertak-gertak Dikit
"Nah, untuk dua kapal itu kami melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kami telah melakukan komplain dan tanggal 18 sudah ada pengembaliannya dua kargo itu. Kalau tidak, kita gugat sesuai dengan apa yang Bapak arahkan. Tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit agak takut juga, Pak," terang Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kendala impor minyak dari Singapura.
Dalam laporannya Bahlil menjelaskan dua kargo minyak yang sedang dikirim ke Indonesia sempat diminta kembali oleh pihak penjual.
Transaksi yang dilakukan Pertamina melalui proses tender dan telah mencapai kesepakatan. Setelah itu kapal yang membawa kargo minyak diberangkatkan dari Singapura menuju Indonesia.
Namun, saat pengiriman masih berlangsung dan kapal telah memasuki perairan Indonesia, penjual tiba-tiba meminta dua kapal tersebut berbalik arah dan kembali.
"Ada beberapa kejadian sekarang. Tiga-dua hari lalu, kita sudah membeli minyak dari Singapura. Sudah berangkat, ditenderkan oleh Pertamina lewat trader. Sudah berangkat, sudah masuk ke laut Indonesia. Kemudian dsuruh kembali lagi dua kargo," terang Bahlil dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat. n erc/jk/cr11/rmc
Editor : Moch Ilham