SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - SMP Negeri 9 Kota Mojokerto bakal menjadi gudang bibit muda atlet berprestasi olah raga angkat besi di Kota Onde-onde.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Musrenbang Kelurahan sebagai Arah Pemanfaatan Anggaran
Ini setelah sekolah tersebut membuka pelatihan angkat besi sebagai salah satu ekstra kurikuler (ekskul).
Tak tanggung-tanggung, dua mantan lifter nasional yang pernah sukses mendulang medali di PON, Sea Games dan Piala Asia didatangkan untuk melatih murid-murid berbakat SMPN 9.
"Alhamdulillah, sekolah kita adalah satu-satunya sekolah SMP di Jawa Timur yang memiliki ekstra kurikuler angkat besi," ungkap Kepala Sekolah SMPN 9, Dwi Puspa Heriningsih, Mpd, Jumat (30/8/2024).
Puspa menyebut, SMPN 9 ditunjuk oleh KONI dan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Mojokerto sebagai wadah pengkaderan bagi atlet muda angkat besi.
"Kenapa sekolah kita?, karena kita memiliki siswi yang berprestasi di olah raga ini," ujarnya.
Siswi tersebut adalah Naila Aliya Ramadhani Saenal, pelajar kelas 8 yang berhasil menyabet medali perak di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) angkat besi se-Jawa Timur dengan nomor snatch, clean and jerk pada bulan Juni kemarin.
Naila bertarung di lomba angkat besi kelas 55 Kg melawan atlet dari seluruh daerah di Jawa Timur. Kemenangan Naila tentu sangat membanggakan dan mengharumkan nama SMPN 9 Mojokerto
"Naila juga meraih medali perak dan perunggu di ajang Porprov Jawa Timur 2023," terangnya.
Baca juga: 1.116 PPPK Paruh Waktu Kota Mojokerto Ikuti Pembekalan Tahun 2026
Masih kata Puspa, Naila punya bakat angkat besi turunan dari kedua orang tuanya yang merupakan mantan atlet nasional dan pernah merajai pentas PON, Sea Games dan Piala Asia, yakni Muh. Rainaldi Saenal dan Frapti Tri S.
"Saat ini kedua mantan lifter nasional ini menjadi pelatih ekskul angkat besi kita. Dan ada ratusan siswa-siswi yang mendapat gemblengan dari tangan emas beliaunya bedua," tukasnya.
Kepada Surabaya Pagi, Frapti Tri Setyawati mengaku senang bisa menularkan ilmunya di SMPN 9. Pasalnya, ia melihat banyak siswa - siswi yang berminat dengan cabang olah raga ini.
"Ada 105 siswa yang ikut ekskul, kita latih selama 5 hari dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sore," ujar peraih medali emas ajang PON 2004 di Palembang ini.
Frapti mengatakan, jika para siswa-siswi tersebut serius dan tekun berlatih secara konsisten, maka tak menutup kemungkinan bisa sukses di cabor ini. Karena ia melihat banyak potensi yang bisa di asahnya.
"Sudah ada sebagian yang progresnya lumayan bagus, kita akan pertajam terus kemampuannya sampai jadi," ungkapnya. Dwi
Editor : Redaksi