Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PLN Pastikan Keamanan Obvitnas Kabel Laut di Selat Bali

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Bali - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus berkomitmen Menjaga keandalan sistem kelistrikan mulai dari Gardu Induk (GI) serta meminimalisir penyebab terjadinya gangguan pada jaringan transmisi di Jawa Timur dan Bali.

Termasuk juga memastikan keandalan penyaluran energi listrik dari Pembangkit Paiton ke Pulau Bali yang disalurkan melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) 150 kV Jawa Bali. 

Baca juga: Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin menyampaikan bahwa kabel laut Jawa-Bali harus terus terjaga keandalannya karena merupakan objek vital nasional (obvitnas). 

“PLN menyuplai hingga 280 MW setiap harinya (ke Bali) dari pembangkit Paiton lewat kabel laut dengan empat konduktor (kabel laut) yang melintas dari Cable Head Ketapang ke Gardu Induk Gilimanuk sepanjang 17 km. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilakukan untuk mengamankan sistem kelistrikan aman dan andal jelang Natal dan Tahun Baru, termasuk untuk mengamankan rangkaian Pilkada 2024," ungkap Amiruddin.

Baca juga: PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Amiruddin menyebut pasokan listrik ke Bali harus dipastikan aman, agar roda perekonomian masyarakat di Bali dapat tetap terjaga dengan baik melalui keandalan listriknya. 

“Keseriusan PLN menjaga obvitnas ini diwujudkan melalui sinergi bersama stakeholder untuk pengamanannya, yaitu melalui kegiatan rutin pelatihan simulasi tanggap darurat bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Polresta Banyuwangi melalui Polairud, KSOP Tanjung Wangi, hingga Pihak Pelindo Tanjung Wangi," tambahnya.

Baca juga: Launching LARAS, PLN UIT JBM Ubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan

Sinergi yang diwujudkan dalam penjagaan obvitnas antara PLN dengan stakeholder sangat dibutuhkan, mengingat listrik menjadi kebutuhan utama sebagai penggerak perekonomian sekaligus penghidupan masyarakat. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru