SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka memperbaiki 25 sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan pada 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan Kabupaten setempat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar, sebagai program pemeliharaan bangunan sekolah yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran.
“Perbaikan yang dilakukan berupa pemeliharaan terhadap kerusakan yang ada dan bukan pembangunan ruang kelas baru,” jelas Kabid SD Disdik Tulungagung Dwi Teguh Prasetya, Minggu (07/06/2026).
Sementara itu, dari hasil pemetaan Disdik menunjukkan sedikitnya 25 SD mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai ringan hingga sedang, sehingga membutuhkan penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal. Dan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan berupa perbaikan skala ringan melalui program pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dasar.
Disdik memperkirakan kebutuhan anggaran per sekolah rata-rata Rp150 juta. Namun, besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. “Total anggaran yang kami siapkan sekitar Rp3 miliar. Nilainya akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, untuk perbaikan dua ruang kelas rusak berat di SDN 1 Babadan direncanakan dilakukan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
Usulan perbaikan SDN 1 Babadan masih akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Tulungagung untuk dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun berjalan. “Khusus SDN 1 Babadan akan kami usulkan pada PAK setelah melalui pembahasan bersama TAPD dan DPRD,” kata Dwi. tl-01/dsy
Editor : Redaksi