SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka perbaikan sembilan titik tanggul jebol akibat banjir yang terjadi pada Desember tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengusulkan anggaran Rp 8,1 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengungkap, jika dana tersebut direncanakan berasal dari alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Jawa Timur.
Baca juga: Usul Normalisasi Sungai Amprong, Pemkot Malang Komitmen Cegah Banjir
"Usulan itu disampaikan Pemkab Ponorogo dalam rapat bersama DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Alokasi ini memang menjadi domain Pemprov, dan jika disepakati, akan kami dorong agar segera ditangani," jelas Halim, Selasa (14/01/2025).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi V, Ali Mufti, mengusulkan pembangunan embung sebagai salah satu langkah strategis untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Ponorogo, dalam jangka panjang. Embung tersebut, selain menjadi penampung air hujan, juga berfungsi sebagai irigasi dan pengendali aliran sungai.
Baca juga: Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan
"Meski sudah ada Waduk Bendo di Kecamatan Sawoo, embung tambahan diperlukan untuk meminimalisasi banjir," ujarnya.
Diketahui, dari sembilan titik tanggul yang akan diperbaiki, dua lokasi membutuhkan anggaran terbesar, yakni, tanggul di aliran anak Sungai Keang, Kelurahan Brotonegaran, dengan kebutuhan Rp 1,5 miliar.
Baca juga: Gerakkan Ekonomi Lokal, Pemkab Ponorogo Hadirkan Paket Diskon Kuliner 53 Persen
Lalu, untuk tanggul di Dukuh Doplang, Desa Bajang, Kecamatan Balong, juga dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Perbaikan tanggul ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Ponorogo pada masa mendatang. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu