SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Djon Afriandi mengatakan aksi premanisme kerap mengambil hak orang lain. Dia mengatakan aksi premanisme harus ditindak tegas.
"Tapi kalau berhubungan premanisme itu udah harus negatif, di mana premanisme itu berarti kerjanya nggak mau capek tapi pendapatanya harus besar. Dia memaksakan kepentingan kelompoknya, perorangannya dengan mengambil hak-hak orang lain. Itu jelas salah," kata Djon Afriandi , di Lapangan Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu tadi (26/4/2025).
Baca juga: Operasi Berantas Jaya Polda Metro Jaya, Tangkap 3.559 Orang dari Enam Ormas, Lakukan Premanisme
Djon mengatakan ormas akan bersifat positif dan bermanfaat jika mendukung pemerintah. Sementara premanisme, kata Djon, bersifat negatif karena meresahkan masyarakat.
Baca juga: Penyerobot Lahan BMKG, Juga Dibidik Pungli dan Narkoba
"Sehingga kalau kita berbicara tentang ormas, ya kalau memang itu bersifat positif dan mendukung pemerintah pasti bermanfaat tapi kalau sudah menghambat, mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat berarti harus ditindak," ujarnya.
Baca juga: Pengelola Parkir Resmi Diintimidasi, PP Pungut Rp 7 Miliar
"Nah, namanya premanisme pasti harus ditindak tegas. Itu nanti ada tugasnya bapak polisi, kemudian juga kita juga akan melibatkan masyarakat untuk bisa melawan, karena memang itu tidak baik," imbuhnya. erc/rmc
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi