Gubernur Khofifah Terima Atase Pertahanan dari 17 Negara, Kenalkan Jatim sebagai Center of Gravity

surabayapagi.com
Gubernur Khofifah mengenalkan Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ekonomi dan logistik Indonesia Timur kepada atase pertahanan dari 17 negara sahabat. SP/Achmad Adi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan atase pertahanan dari 17 negara sahabat di Gedung Negara Grahadi, Senin (26/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, Khofifah memaparkan berbagai potensi strategis Jawa Timur, yang ia sebut sebagai Center of Gravity Indonesia Timur.

Khofifah menyampaikan, Jawa Timur sebagai provinsi terpadat kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk 41,31 juta jiwa memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi nasional. “Jatim berkontribusi sekitar 14,42% terhadap perekonomian nasional, dan 25,11% terhadap perekonomian Pulau Jawa,” ungkapnya.

Baca juga: Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Dalam presentasinya, Khofifah menyoroti kekuatan Jatim sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi unggulan seperti padi, jagung, daging sapi, susu, telur, dan bawang. Jatim juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan I 2025, yakni sekitar 5%, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Jawa Timur memiliki kontribusi besar di sektor industri, perdagangan, dan pertanian,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, posisi strategis Jawa Timur didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya yang melayani 19 dari 39 Alur Laut Nusantara. “Sekitar 80 persen logistik di 20 provinsi kawasan Indonesia Timur dipasok dari Jatim,” terangnya.

Selain itu, Jatim juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Gresik dan KEK Singhasari, 13 kawasan industri, serta satu kawasan industri halal.

Baca juga: Timbunan Sampah Jatim Tembus Jutaan Ton, DPRD Minta Pemprov Bergerak

Di bidang kebudayaan dan pariwisata, Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki kekayaan budaya seperti Arek, Osing, Tengger, Madura, Pantura, dan Mataraman. Potensi pariwisata pun melimpah, antara lain Air Terjun Madakaripura, Geopark Ijen, Bromo, dan Tumpak Sewu.

“Jatim juga menjadi destinasi wisata unggulan bagi wisatawan dari Singapura, China, Malaysia, Amerika Serikat, Taiwan, dan lainnya,” katanya.

Khofifah turut mengapresiasi perwakilan dari Serbia, Colonel Miloje Zdarvkovic, yang mampu melafalkan motto Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya. “Ini luar biasa, tidak mudah mengucapkannya, tapi beliau memahami maknanya: tak ada keberhasilan tanpa kerja keras dan pengorbanan,” ucap Khofifah.

Ia berharap kunjungan ini membawa dampak positif, membuka peluang kerja sama strategis antara Jatim dan negara-negara sahabat melalui jalur pertahanan maupun ekonomi.

Baca juga: Gandeng Pemprov Jatim, Komdigi Fokus Kembangkan Talenta Digital dan Perlindungan Anak

Perwakilan Kemenhan RI, Kolonel Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program pengenalan budaya dan potensi daerah kepada atase pertahanan asing.

Adapun perwakilan negara yang hadir antara lain dari Serbia, Australia, Brazil, Kamboja, Kanada, Jerman, Kenya, Laos, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Qatar, Rusia, Sri Lanka, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.

Turut mendampingi Gubernur, Sekdaprov Jatim, Kepala Bakesbangpol, Plt Kepala DLH, Kadisdik, Kepala BPSDM, dan Kepala Biro POD Provinsi Jawa Timur. Ad

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru