Kunjungi Museum Surabaya, BHS Dorong Pemkot Perkuat Narasi Sejarah Perjuangan

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkuat narasi sejarah perjuangan bangsa dalam Museum Surabaya yang terletak di Gedung Siola. 

“Yang penting, kita harus mengetahui sejarah bangsa, khususnya Surabaya, dan semua peninggalannya harus dilestarikan. Museum ini bisa menjadi potret Surabaya di mata dunia,” ujar Bambang saat mengunjungi Museum Surabaya.

Baca juga: Menuju Porprov 2027 dan PON 2028, IPSI Jatim Mantapkan Pembinaan Organisasi untuk Dongkrak Prestasi

Ia menilai potensi sejarah lokal yang dimiliki Surabaya sangat besar dan perlu dikemas lebih menarik, tidak hanya untuk edukasi masyarakat, namun juga sebagai daya tarik wisata mancanegara.

Ia mencontohkan bagaimana negara seperti Vietnam mampu mengemas narasi sejarah perjuangan dalam museumnya, termasuk strategi-strategi perang yang pernah dilakukan saat melawan Amerika.

“Surabaya ini kota penuh sejarah perjuangan. Harusnya museum ini lebih dominan menampilkan itu,” ujar Ketua Kelompok Fraksi (Kqpoksi) Komisi VII DPR RI ini.

Bambang juga menyebut banyak tokoh besar yang berasal dari Surabaya dan sekitarnya seperti Ir. Soekarno, H.O.S. Cokroaminoto, dr. Soetomo, dan Bung Tomo, yang kontribusinya belum sepenuhnya tergambarkan di museum saat ini.

“Konsep perjuangan masyarakat Surabaya harus terekspos. Ini penting untuk edukasi generasi muda sejak dini,” tuturnya. 

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong Komersialisasi Kuliner Lewat Pelatihan di Surabaya

Ia juga mendorong pemerintah kota menjadikan kunjungan ke museum sebagai bagian dari program wajib bagi pelajar dan pekerja industri di Surabaya. 

Dengan lebih dari 660 SD, 321 SMP, dan 180 SMA di Surabaya, menurutnya ada potensi besar untuk mendongkrak kesadaran sejarah sekaligus angka kunjungan museum.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum dan Seni Budaya, Saidatul Makmunah, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait kunjungan siswa ke museum dengan program "Goes to Museum".

“Setiap hari ada sekolah yang dijadwalkan mengunjungi museum. Hari ini saja ada tiga sekolah yang datang,” katanya.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong UMKM Surabaya Kuasai Desain Digital untuk Promosi Produk

Ia mengakui perlunya penambahan konten dan kegiatan edukatif di museum, termasuk kajian sejarah, diskusi kecil, hingga kelas seni di area museum.

“Terkait usulan memasukkan cerita perjuangan Surabaya, kami sedang berproses. Kami juga telah mengundang para sejarawan, komunitas, hingga mahasiswa untuk mendalami hal ini,” ujarnya.

Saat ini, terdapat tujuh museum yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya yang secara bertahap terus dikembangkan sebagai sarana edukasi dan wisata sejarah bagi masyarakat. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru