Lewat Program TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengelolaan Sampah dan Air Bersih di Mojokerto

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Mojokerto – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Kali ini, bantuan diberikan kepada BUMDes Barokah Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (2/7/2025).

Baca juga: Tinjau Control Center PLN, Emil Apresiasi Keandalan Sistem Listrik Jatim Jelang Hari Raya Idul Fitri

Bantuan yang disalurkan berupa penyediaan fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), sistem air bersih dan sanitasi, serta satu unit kendaraan pengangkut sampah. 

Fasilitas tersebut dirancang untuk dimanfaatkan oleh sekitar 7.600 penduduk Desa Mlirip yang berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang.

Desa Mlirip selama ini menghadapi tantangan utama dalam pengelolaan sampah, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman. 

Keberadaan TPS3R diharapkan dapat menjadi solusi nyata yang tidak hanya berdampak secara lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi dan ekonomi, seperti produksi kompos dari sampah organik serta daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai.

Baca juga: Siagakan Ribuan Personel 24 Jam, PLN UIT JBM Sukses Jaga Perayaan Imlek di Jatim

General Manager PLN UIT JBM, Handy Wihartady, menyatakan bahwa program TJSL merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

“Sinergi berkelanjutan antara PLN dan desa diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dalam kegiatan pemberdayaan. Desa semakin berdaya saing dan kualitas hidup warganya meningkat,” ujarnya.

Kepala Desa Mlirip, Purwanto, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN terhadap upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Baca juga: Puncak Peringatan Bulan K3 Nasional, PLN UIT JBM Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run

“Bantuan ini menjadi awal bagi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang efisien, terorganisir, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Program ini juga sejalan dengan target Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam mendorong terwujudnya desa mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru