Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan dari Kabel Laut, PLN Pastikan Penyaluran Listrik Aman

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Banyuwangi – PLN memastikan jaringan listrik bawah laut dari Jawa ke Bali dalam kondisi aman pasca tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025).

Pasalnya, kapal nahas tersebut sempat dikhawatirkan mengancam keberadaan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) 150 kV milik PLN yang membentang dari Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali. SKLT ini merupakan jalur utama yang menyalurkan sekitar 280 MW atau 30 persen kebutuhan listrik Pulau Bali.

Baca juga: Tinjau Control Center PLN, Emil Apresiasi Keandalan Sistem Listrik Jatim Jelang Hari Raya Idul Fitri

PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bergerak cepat melakukan deteksi dan pengamanan aset kelistrikan vital tersebut. Hasil pemindaian sonar yang dilakukan tim gabungan bersama TNI AL, Polri, dan Basarnas menunjukkan bahwa bangkai kapal ditemukan pada posisi aman.

"Objek diduga bangkai kapal berada sejauh 3,6 kilometer dari jalur kabel bawah laut PLN. Ini lebih jauh dari perkiraan awal yang hanya 30 meter," ujar Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda TNI Ribut Eko Suyatno dalam konferensi pers, Kamis (10/7/2025).

Menurut hasil pemindaian, kapal memiliki panjang sekitar 69,7 meter dan lebar 12 meter, terdeteksi pada kedalaman 49–52 meter.

General Manager PLN UIT JBM, Handy Wihartady menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan intensif melalui Posko Siaga di Gardu Induk Banyuwangi.

Baca juga: Siagakan Ribuan Personel 24 Jam, PLN UIT JBM Sukses Jaga Perayaan Imlek di Jatim

"Tim kami memantau aktivitas permukaan laut secara visual dan radar 24 jam, serta berkoordinasi erat dengan otoritas pelayaran," ungkapnya.

PLN juga mengambil langkah strategis untuk menjaga pasokan listrik tetap andal. Di antaranya dengan memperkuat pembangkit lokal di Bali dan mempersiapkan skema pembatasan transfer daya dari Jawa sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan sistem.

Selain itu, koordinasi lintas unit—dari pembangkitan, transmisi hingga pengaturan sistem—telah ditingkatkan. Personel dan pengamanan fisik di seluruh gardu induk juga dalam kondisi siaga penuh.

Baca juga: Puncak Peringatan Bulan K3 Nasional, PLN UIT JBM Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run

"Penyaluran listrik ke Bali dalam kondisi normal dan aman. Ini bagian dari komitmen kami menjaga keandalan pasokan, apalagi Bali merupakan kawasan strategis nasional di sektor pariwisata dan ekonomi," tegas Handy.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas insiden tenggelamnya kapal, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan aset kelistrikan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru