SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Great Wall Motor (GWM) melalui sub-merek kendaraan listriknya, Ora, resmi meluncurkan SUV listrik kompak terbaru bernama Ora 5. Ini menjadi SUV pertama dari lini Ora, yang sebelumnya lebih dikenal lewat hatchback listrik seperti Ora Good Cat. Peluncuran model ini dilakukan dalam ajang “Natural Aesthetics Design Appreciation” di Tiongkok, sekaligus menandai langkah strategis GWM dalam memperkuat kehadiran mereka di segmen kendaraan listrik menengah. Nama "Ora 5" dipilih berdasarkan polling publik, mengalahkan dua opsi lain: Ora Cat dan Ora i5, karena dianggap simpel, mudah dikenali, dan dapat menjadi dasar penamaan produk-produk berikutnya.
Secara desain, Ora 5 tetap mempertahankan identitas retro-modern khas Ora, seperti penggunaan lampu depan bundar besar dan fascia depan tertutup. Namun, tampilannya kini terlihat lebih tegas dengan sudut bodi yang lebih tajam serta bumper depan yang agresif dilengkapi ventilasi udara besar di bagian bawah dan samping. Dimensinya juga mengalami peningkatan signifikan, dengan panjang 4.471 mm, lebar 1.833–1.844 mm, tinggi 1.641 mm, dan jarak sumbu roda 2.720 mm. Dengan ukuran ini, Ora 5 hadir lebih besar dan lapang dibandingkan Good Cat, serta memberikan kesan lebih premium.
Baca juga: Sekali Cas, Sedan Mewah BYD Yangwang U7 Terbaru Tembus Jarak 1.000 Km
Menambah kesan sporty, SUV ini menggunakan pelek dual-tone 18 inch yang dibalut ban PRINX 225/60 R18. Enam pilihan warna eksterior yang terinspirasi dari lanskap dan landmark dunia juga disediakan, seperti Aurora Green, Senna Grey, Lake Sayram Blue, Cliff White, Sand Dune Beige, dan Linzhi Red. Bagian belakang tampil simpel namun elegan, dengan lampu horizontal, spoiler kecil, dan emblem Ora 5 yang menjadi ciri khasnya.
Di bagian interior, Ora 5 menawarkan suasana kabin modern dan elegan. Panel kain tekstil besar hadir di dashboard dan trim pintu, memberikan kesan premium yang hangat. Tiga pilihan tema warna interior, Dawn White, Noon Brown, dan Midnight Grey, menyempurnakan tampilan kabin. Sistem infotainment dikendalikan oleh Coffee OS generasi ketiga, dengan layar tengah besar dan panel instrumen digital penuh. Teknologi AI juga menjadi daya tarik utama berkat integrasi Coffee GPT yang terhubung dengan Deep Seek, memberikan pengalaman berkendara yang cerdas dan personal.
Baca juga: Jadi Penantang Baru, Mobil Listrik VW Jadi Primadona di Eropa Kalahkan Penjualan Tesla
Untuk performa, Ora 5 ditenagai oleh motor listrik bertenaga 150 kW (sekitar 204 PS) buatan Hycet, yang dipasangkan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) dari SVOLT. Meskipun kapasitas baterai belum diumumkan secara resmi, model ini diperkirakan akan membawa opsi serupa dengan sedan Ora Lightning Cat, yakni 63,87 kWh dan 83,49 kWh. Berdasarkan standar CLTC, jarak tempuh yang ditawarkan bisa mencapai 555 km hingga 705 km, dengan kecepatan maksimum hingga 170 km/jam.
Fitur keselamatan dan bantuan berkendara juga menjadi salah satu keunggulan utama Ora 5. Mobil ini dibekali sensor LiDAR di bagian atap, serta kamera depan, samping, dan belakang yang mendukung sistem bantuan mengemudi Coffee Pilot Ultra generasi ketiga. Sistem ini memungkinkan penggunaan fitur Navigation on Autopilot (NOA) untuk berkendara semi-otonom baik di jalan tol maupun di area perkotaan. Pilihan fitur tambahan seperti radar canggih, roof rail, dan opsi atap kaca panoramik maupun solid juga tersedia untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Baca juga: Siap Masuki Era Baru Mobil Mewah, Bentley Uji SUV Listrik di Suhu Beku Ekstrem
Meski harga resmi belum diumumkan, Ora 5 diperkirakan akan dijual dalam kisaran yang kompetitif, menyaingi rival-rival seperti BYD Yuan Plus (Atto 3), Geely Galaxy E5, dan Leap Motor B10. Berdasarkan harga pasar saat ini, SUV ini diprediksi akan dibanderol sekitar Rp252 juta hingga Rp421 jutaan, tergantung varian dan fitur yang dipilih.
Sejak kemunculannya pada 2018, Ora dikenal sebagai merek mobil listrik dengan desain unik seperti Lightning Cat dan Ballet Cat. Namun, penjualan mereka belum menunjukkan hasil maksimal, dengan total hanya 14.781 unit terjual sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Melalui kehadiran Ora 5, GWM berharap dapat membangkitkan kembali minat pasar terhadap produk-produknya dan memperkuat posisi mereka di segmen kendaraan listrik global.jkt-01/raf
Editor : Redaksi