SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Membicarakan dunia otomotif memang tidak ada habisnya, kali ini produsen mobil mewah Mercedes-Benz, yang telah lebih dari 130 tahun dikenal sebagai kendaraan mewah mengambil langkah mengejutkan ketika bermitra dengan pabrikan China untuk merancang generasi mobil listrik berikutnya. Langkah ini menandai perubahan besar bagi perusahaan yang selama ini dikenal sangat menjaga rahasia teknologi rekayasanya di Jerman.
Nantinya, Mercedes akan memanfaatkan arsitektur elektronik dan kelistrikan milik Geely yang dikenal sebagai GEEA 4.0. Teknologi ini berfungsi sebagai otak kendaraan karena mengatur berbagai sistem penting, mulai dari pengelolaan baterai hingga tampilan layar di dalam kabin, Selasa (10/03/2026).
Sehingga, digadang-gadang, dalam proyek terbarunya, Mercedes-Benz tengah menyiapkan platform mobil listrik kompak baru yang masih menggunakan nama kode Phoenix. Untuk merealisasikannya, pabrikan asal Jerman tersebut bekerja sama dengan perusahaan otomotif China, Geely.
Keputusan menggunakan teknologi dari mitra China bukan tanpa alasan, salah satu faktor utama adalah efisiensi biaya. Pengembangan kendaraan listrik membutuhkan investasi besar, sementara Geely dinilai berhasil menciptakan metode produksi yang lebih hemat.
Tentu saja, adanya kolaborasi ini juga membawa perubahan dalam struktur pengembangan kendaraan Mercedes-Benz. Untuk pertama kalinya, perusahaan memberikan peran utama kepada tim teknik di luar Jerman dalam proyek global. Dan kini, pusat penelitian dan pengembangan Mercedes-Benz China yang berada di Beijing kini ditunjuk sebagai kantor pusat global untuk pengembangan mobil kompak. Sekitar 2.000 tenaga kerja di fasilitas tersebut akan menangani proses desain hingga pengembangan model-model baru.
Diketahui, nantinya Platform Phoenix nantinya akan menjadi fondasi bagi sejumlah model populer Mercedes-Benz generasi berikutnya, termasuk A-Class, B-Class, dan CLA. Perusahaan menargetkan kendaraan berbasis platform ini mulai diproduksi secara massal sekitar tahun 2030 dan dipasarkan secara global, tidak hanya di China.
Meski menggandeng teknologi dari China, Mercedes-Benz menegaskan karakter khas mobil mereka tetap dipertahankan. Perusahaan menyebut proyek ini bertujuan memadukan rekayasa khas Jerman dengan inovasi dari China. Dan jika berjalan sesuai rencana, proyek Phoenix akan ditargetkan hadir pada 2030. jk-08/dsy
Editor : Redaksi