Komitmen Toleransi, Pemkab Jember Beri Insentif Guru Agama Non-Muslim

surabayapagi.com
Penerima insentif guru keagamaan non-Muslim menandatangani berkas penerimaan bantuan di Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jawa Timur. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyalurkan honorarium (insentif) kepada para pengajar keagamaan non-Muslim di Kecamatan Sumberjambe.

Hal ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran penting para pengajar dalam pembinaan iman umat, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk memastikan seluruh pengajar keagamaan di wilayahnya memperoleh perhatian dan dukungan yang setara, tanpa memandang latar belakang keyakinan.

Baca juga: Satgas dan SPPG Rapatkan Barisan Sukseskan Program Nasional

Penyaluran insentif dilakukan secara bergiliran di seluruh kantor desa di wilayah kecamatan tersebut. Salah seorang penerima insentif, Pendeta Cong Ferry Paulus, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian pemerintah terhadap komunitas non-Muslim.

"Dengan adanya insentif ini, ini adalah apresiasi bagi kami yang non-Muslim yang diperhatikan oleh pemerintah," katanya, Jumat (10/10/2025).

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

Lebih lanjut, dirinya menilai jika kebijakan dari Pemkab Jember ini merupakan perhatian khusus yang tidak membeda bedakan agama. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang luar biasa.

"Kami melihat ini sebagai perhatian khusus, tidak ada istilah menganaktirikan, jadi dibagi rata secara adil. Ini sesuatu yang luar biasa kami rasakan sebagai umat Kristen," ujarnya.

Baca juga: Berpotensi Banjir-Longsor, Pemkab Jember Gercep Tertibkan Perumahan di Bantaran Sungai

Selain itu, adanya bantuan tersebut juga dukungan finansial bagi guru agama non-muslim, lantaran selama ini, mereka melayani tanpa menerima gaji rutin.

"Ini bermanfaat bagi kami. Kami sebagai pemimpin umat tidak ada gaji. Hal seperti ini sangat membantu kami. Tidak ada perbedaan, di daerah lain juga sama. Umat kami memang minoritas. Kami sebagai umat Kristen fokus pada pengembangan iman untuk mendekatkan diri kepada Tuhan," ujarnya. jr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru