SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Hibrid yang berlokasi di lingkungan Yayasan PPNU Trate, Senin (20/10). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis daerah dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memastikan akses nutrisi berkualitas bagi pelajar.
Peresmian ini menjadi simbol kolaborasi antara Pemkab Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan PT Petrokimia Gresik yang berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca juga: Permudah Akses Lansia, Pemkab Gresik Resmikan Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa dapur gizi ini adalah wujud nyata kerja sama lintas sektor dalam membangun generasi sehat dan cerdas.
“Kita tidak hanya membangun dapur, tapi menciptakan sistem baru pemenuhan gizi anak secara terintegrasi. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik atas dukungan CSR-nya. Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha bisa menciptakan dampak positif besar,” ujar Bupati Yani dalam sambutannya.
Ia menambahkan, konsep “hibrid” dalam SPPG bukan sekadar label, melainkan filosofi dari transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi standar yang melayani ribuan siswa langsung di lingkungan belajar mereka.
“Model ini memperpendek rantai distribusi makanan, sekaligus meningkatkan kualitas gizi yang diterima siswa setiap hari. Dapur ini tidak menggantikan kantin, tetapi menjadi bagian dari sistem baru penyediaan makanan sehat di sekolah,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas makanan menjadi aspek utama yang harus dijaga, bukan sekadar kuantitas.
Baca juga: Bupati Yani Turun Langsung Sapa Ratusan Pencari Kerja di Disnaker Gresik
“Setiap menu harus sehat, aman, dan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Pengawasan dari puskesmas harus dilakukan secara berkala, dan perangkat desa dapat dilibatkan untuk memastikan pengelolaan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Kepada para pengelola dapur, Bupati Yani juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan standar higienitas, karena dapur bersih adalah syarat utama makanan berkualitas.
Lebih lanjut, ia berharap SPPG ini dapat terkoneksi dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna menjamin pasokan bahan baku secara berkelanjutan dari sektor lokal.
Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate, Elvi Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan SPPG Dapur Hibrid ini telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 miliar, didukung penuh oleh CSR PT Petrokimia Gresik.
“Kami manfaatkan bangunan kantin sekolah untuk dijadikan dapur bergizi terstandar. SPPG ini kini melayani 3.059 siswa dari enam satuan pendidikan di lingkungan PPNU Trate,” kata Wahyudi.
Baca juga: Pemkab Gresik Salurkan 200 Becak Listrik untuk Pembecak Lansia
Unit pendidikan tersebut meliputi MINU Trate Putra, MINU Trate Putri, SDNU 1 Trate, SDNU 2 Trate, MTs NU Trate, dan SMK NU Trate.
Wahyudi juga memastikan bahwa dapur ini telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikat sanitasi dan air higienis dari Dinas Lingkungan Hidup hingga sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
“Kami tidak hanya mengejar rasa, tapi juga keamanan dan kualitas gizi. Semua standar kami penuhi agar yang disajikan benar-benar layak konsumsi untuk anak-anak,” pungkasnya. did
Editor : Desy Ayu