SURABAYAPAGI.COM, Madiun– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, bukan hanya soal memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Lebih dari itu, program ini menjadi wadah pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, empati, dan kebersamaan sejak dini.
“Nilai-nilai tersebut tertanam secara alami dalam keseharian siswa. MBG bukan sekadar makan gratis, tetapi menjadi pembelajaran karakter di luar kelas,” ujar Supriantoko, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kebonsari.
Baca juga: Satgas MBG Jatim Kecolongan, 17 Dapur Diberi Sanksi BGN dan 32 Tak Bersertifikat
Melalui program ini, siswa dibiasakan berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, menghormati sesama, serta belajar sabar menunggu giliran. Mereka juga dilatih mandiri dengan menyiapkan dan membersihkan perlengkapan makan sendiri.
Kesetaraan gizi lewat menu yang sama pun menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap hidup sederhana. Tidak ada perbedaan sosial dalam hal makanan—setiap anak mendapatkan porsi yang sama untuk mendukung tumbuh kembang optimal.
Baca juga: BPOM Resmikan LokaPOM Madiun, Perkuat Pengawasan Obat dan Pangan di Madiun Raya
“Program MBG berkontribusi nyata membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat untuk masa depan bangsa,” tegas Supriantoko.
Di Kecamatan Kebonsari, program MBG mulai berjalan sejak 21 September 2025, dengan 1.605 siswa tercatat sebagai penerima manfaat. Pelaksanaannya diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kejaksaan, Pemkab Madiun, Polres Madiun, pihak sekolah, dan orang tua siswa untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.
Baca juga: DPC PDIP Kota Madiun Tegaskan Kader Tak Boleh Kelola MBG, Sanksi Bisa Berujung Pemecatan
Supriantoko berharap program MBG dapat terus berlanjut secara berkelanjutan karena manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi pembentukan karakter anak-anak di Kebonsari. man
Editor : Moch Ilham