Hari Arwah Sedunia, Grand Heaven Jadi Simbol Toleransi dan Persaudaraan Lintas Iman

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Arwah Sedunia yang jatuh setiap 2 November, Rumah Duka Grand Heaven Surabaya kembali menggelar Misa Arwah yang diikuti sekitar 800 umat Katolik, Minggu (2/11/2025) malam. 

Ibadah berlangsung khidmat di aula utama Grand Heaven, dipimpin oleh RD. Yohanes Agus Sulistyo dan RD. Antonius Padua Dwi Joko.

Baca juga: Kolam Renang Grand Hotel Surabaya Makan Korban

Pimpinan Grand Heaven, Tung Tung, menjelaskan kegiatan tahunan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam memfasilitasi umat Kristiani untuk mendoakan arwah keluarga yang telah berpulang. 

Tahun ini, misa mengusung tema “Bagi keselamatan jiwa-jiwa orang beriman” dan terbuka untuk masyarakat umum.

“Kami menyediakan fasilitas bagi keluarga yang abunya disimpan di kolumbarium Grand Heaven, namun siapa pun yang ingin ikut berdoa juga dipersilakan hadir. Peserta misa setiap tahun terus bertambah,” ujar Tung Tung.

Menurutnya, pelaksanaan misa pada malam hari dipilih agar lebih banyak keluarga dapat berpartisipasi setelah beraktivitas di siang hari.

“Kami ingin menciptakan suasana yang tenang dan nyaman agar keluarga bisa berdoa dengan khusyuk,” tambahnya.

Dalam khotbahnya, RD. Yohanes Agus Sulistyo mengajak umat untuk merenungkan makna kehidupan dan kematian sebagai perjalanan menuju kebahagiaan kekal.

Ia menekankan bahwa hidup di dunia hanyalah persiapan menuju kehidupan abadi.

“Kebahagiaan sejati diperoleh dengan hidup yang benar, berbuat baik, dan beriman kepada Tuhan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya doa bagi semua jiwa, tanpa membedakan latar belakang agama atau cara kematian.

“Kita mendoakan semua jiwa korban bencana, kejahatan, bayi yang tidak sempat lahir, hingga mereka yang meninggal secara tidak wajar. Semua adalah ciptaan Tuhan yang layak kita doakan,” katanya.

Pemimpin misa itu turut menyinggung makna Natal sebagai pesan keselamatan universal.

“Yesus datang membawa kasih dan pengampunan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi mereka yang percaya,” imbuh RD. Yohanes.

Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Timur, Aries Papudi, menilai kegiatan di Grand Heaven bukan sekadar ritual, tetapi juga momentum spiritual dan sosial yang mempererat persaudaraan lintas iman.

“Doa arwah adalah ungkapan kasih yang menyatukan tiga tahap kehidupan: dunia, perjuangan, dan kemuliaan abadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, doa bagi arwah menjadi pengingat bagi manusia untuk hidup bermakna serta menghargai semua ciptaan Tuhan tanpa memandang perbedaan suku, budaya, maupun agama.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jatim, Ketut Panji Budiawan, yang menyebut Grand Heaven sebagai contoh nyata moderasi beragama.

“Tempat ini bukan hanya rumah duka, tapi juga ruang kegiatan lintas iman. Grand Heaven telah menjadi simbol toleransi dan harmoni antarumat beragama,” ujarnya.

Kegiatan Misa Arwah di Grand Heaven Surabaya pun tak hanya menjadi ajang doa bagi jiwa-jiwa yang telah berpulang, tetapi juga wujud nyata dari semangat kebersamaan dan kasih di tengah perbedaan keyakinan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru