SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto menggelar kegiatan Pemuda Peduli lewat seni dan kreativitas di Taman Bahari Mojopahit (TBM), Senin (15/12/2025).
Kegiatan berupa lelang lukisan, penanaman pohon dan cukur rambut ini sebagai wadah penggalangan dana untuk membantu warga Aceh dan Sumatera yang terdampak banjir bandang serta bencana alam.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan pemuda dari unsur seniman, tukang cukur rambut serta unsur kepemudaan lainnya. Hasil seluruh lelang lukisan dan cukur rambut akan disalurkan bagi korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.
Kepala Disporapar Kota Mojokerto, Ani Wijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
“Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat luar biasa. Dalam waktu singkat kita berhasil mengumpulkan puluhan juta. Ini bukti bahwa kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Ani menegaskan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga mengedepankan nilai empati dan kepedulian sosial.
"Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian pemuda Kota Mojokerto dengan saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah," pungkasnya.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
Sementara itu, Ve, salah satu tukang cukur rambut dari 'Ndasmu Barbershop' mengaku senang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kepedulian sosial adalah panggilan moral yang harus dijawab oleh setiap generasi muda. “Aksi ini adalah wujud nyata kepedulian kami sebagai pemuda untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana,” tegasnya.
Ve juga berharap agar masyarakat terus berpartisipasi dalam memberikan donasi untuk membantu meringankan beban para korban bencana yang sangat membutuhkan bantuan. dwi
Editor : Desy Ayu