SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mengantisipasi penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang marak terjadi di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, gencar melakukan pemeriksaan kesehatan ternak sapi dan kambing serta penyemprotan disinfektan milik warga setempat.
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak dan penyemprotan disinfektan salah satunya dilakukan di Pasar Hewan Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dan disana petugas melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kendaraan pengangkut hewan ternak, serta sapi dan kambing yang diperjualbelikan di pasar hewan.
Baca juga: Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Tulungagung Gencar Intensifkan Sosialisasi dan Edukasi CKG
Pasalnya, pasar hewan merupakan tempat yang rawan terjadi penularan PMK pada ternak. Mobilitas ternak yang cukup tinggi, utamanya dari daerah luar yang masuk ke Kabupaten Madiun, ikut andil dalam meningkatkan penyebaran penyakit ternak tersebut di wilayah setempat.
Sehingga, Dokter Hewan Puskeswan Pilangkenceng, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun drh Denny Irawan Wardhana mengungkap jika dalam pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan secara bergantian untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi PMK.
Baca juga: Warga Laladan Lamongan Keluhkan Gatal-gatal Gegara Banjir Tak Surut Hampir Sepekan
"Hari ini kami melaksanakan kegiatan antisipasi penyakit hewan menular strategis, terutama PMK, karena akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus, termasuk di Kabupaten Madiun maupun daerah sekitar," ujar Denny, Selasa (20/01/2026).
Selain penyemprotan, petugas DKPP juga melakukan pemeriksaan hewan di pasar hewan tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi mulut, kuku, dan bagian tubuh lainnya yang menjadi indikator utama terjangkit PMK. Tak hanya itu, petugas juga memberikan vitamin serta edukasi kepada para peternak.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Chikungunya, Dinkes Pamekasan Gerakkan Kader Posyandu
Lebih lanjut, DKPP mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang serta melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan, guna mencegah meluasnya penularan PMK tersebut. md-01/dsy
Editor : Redaksi