Warga Jember Tanam Puluhan Pohon Pisang, Wujud Aksi Protes Jalur Provinsi Rusak

surabayapagi.com
Salah seorang warga yang menunjukkan salah satu tanaman pisang ditanam di jalan sebagai wujud protes karena jalanan yang rusak. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat jalanan rusak di tengah jalan raya provinsi embuat sejumlah warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember, nekat menanam puluhan pohon pisang di jalanan berlubang tersebut sebagai wujud protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan.

Salah seorang warga setempat, Saroji (54), warga Desa Wonorejo, mengungkap jika langkah ini diambil Saroji menyusul kondisi jalan yang kian memprihatinkan dan kerap memakan korban. Pihaknya juga mengaku jengkel melihat pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap kerusakan jalan yang tidak beraturan tersebut.

Baca juga: Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Diketahui, dirinya sudah puluhan kali menolong pengendara yang terperosok ke dalam lubang jalan. Penanaman pohon pisang ini dilakukan sebagai upaya mandiri untuk memberikan rambu darurat agar pengendara lebih waspada.

Baca juga: Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

"Pengendara harus sangat berhati-hati. Di sepanjang jalan Desa Wonorejo ini, ada ratusan titik kerusakan meskipun statusnya sering diperbaiki dengan metode tambal sulam," ujarnya, Selasa (10/022026).

Dan hingga saat ini, kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Kencong memang berada pada level yang mengkhawatirkan. Bahkan, setelah aksi protes tersebut, belum ada tindakan konkret dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan perbaikan permanen.

Baca juga: Diduga Diterjang Banjir, Jalanan Rusak di Tambak Sumur Sidoarjo Ditanami Pisang

Ironisnya, data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023 hingga 2025, kerusakan jalan di kawasan tersebut telah merenggut puluhan nyawa. Sebagian besar korban tewas akibat terjatuh ke lubang jalan sebelum akhirnya terlindas kendaraan berat yang melintas di jalur logistik tersebut. jr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru