Mendes PDT, Stop Ekspansi ke Desa
Mendag, Minta Indomaret dan Alfamart Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
PDIP Dukung Rencana Penghentian Indomaret dan Alfamart di Desa-desa dari Mendes PDT
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dua hari yang lalu, Pemerintah melalui Mendes PDT mulai memberi sinyal keras kepada pelaku ritel modern agar menghentikan ekspansi gerai di wilayah pedesaan. Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah meminta jaringan ritel besar seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk tidak lagi membuka toko baru di desa.
Ketua Komisi V DPR Lasarus setuju dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bahwa keberadaan minimarket yang sudah merajalela harus disetop demi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Lasarus pun meminta Yandri segera menyiapkan roadmap untuk menghentikan minimarket.
"Jadi, saya berharap Pak Menteri harus ada roadmap juga, Pak, untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini, seperti apa nanti kita pemerintah mengambil ini," ujar Lasarus, Kamis kemarin (26/2).
Dia memerintahkan Yandri untuk bisa mendominasi desa dengan Kopdes dan BUMDes saja. "Dominasi lah desa itu dengan BUMDes, kita dukung Pak Menteri, kita dukung sepenuhnya," ucap Lasarus.
Politikus PDIP ini meyakini bahwa pebisnis sudah mulai memikirkan langkah lanjutan demi mengantisipasi rencana pemerintah ini.
Pernyataan Mendag
Kamis siang (26/2), Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan ancaman bagi ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret. Hal ini ditegaskan Budi usai bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Santoso soal wacana pengaturan ekspansi ritel modern.
Budi mengatakan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih) dibangun untuk memberdayakan ekonomi desa. Keberadaan Kopdeskel Merah Putih di desa, lanjut Budi, agar mendekatkan distribusi barang ke masyarakat.
"Sudah kemarin (bertemu). Jadi, koperasi desa atau koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," ujar Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
Menurut Budi, hal ini menjadi kesempatan yang bagus untuk bersinergi dengan ritel modern di desa. Pasalnya, ritel modern bisa menyalurkan produknya juga melalui Kopdeskel Merah Putih.
"Nah, ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket dengan distributor untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," tambah Budi.
Menurut Budi, praktik serupa juga pernah dilakukan antara ritel modern dengan toko kelontong. Ia menerangkan Kopdeskel Merah Putih ini menjadi praktik kolaborasi antara swasta dengan pemerintah.
Pernyataan Menkop Ferry
Pada hari yang sama, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta agar ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak terus-terusan melakukan ekspansi hingga ke pelosok desa. Hal ini sejalan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
"Itu yang kita ingin kemarin sebenarnya mendudukan masalahnya. Udah ritel modern yang sudah ada kita hormati, nggak apa-apa, tapi terhadap keinginan ekspansi sampai apalagi ke desa. Ya mbok ingat-ingat yang lain. Ini ada ranah yang juga menjadi haknya rakyat juga," ujar Ferry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
Ferry menilai desa seharusnya menjadi ladang ekonomi bagi warga lokal melalui Kopdeskel Merah Putih. Ia menilai, dominasi ritel modern di desa hanya akan membuat perputaran uang lari ke pusat, bukan mensejahterakan warga setempat.
Ia juga menyoroti ketimpangan arena persaingan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan jaringan ritel raksasa. Tanpa kehadiran negara melalui Koperasi Desa, para pedagang kecil dipastikan akan tumbang.
"Sekarang kita ingin rakyat juga bisa bikin retail modern. Emang nggak bisa bikin retail modern? Karena rakyat juga punya hak untuk bikin retail modern. Dan kita juga mau berkompetisi, bersaing secara sehat, asal arenanya juga sehat dan fair," tambah Ferry.
Ia menerangkan filosofi di balik penguatan sebagai pengelola ritel modern adalah soal distribusi.
Ekspansi Ritel Modern Harus Dihentikan
Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di desa harus dihentikan karena dianggap mengancam usaha rakyat, termasuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Meski begitu, Yandri membantah wacana yang menyebut dirinya ingin menutup Alfamart dan Indomaret yang beroperasi di desa. Ia menegaskan, hanya pemberian izin ekspansi di desa yang harus disetop untuk ritel modern.
"Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silakan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silakan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang di setop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa," ujar Yandri dalam unggahan resmi Instagram-nya, @yandri_susanto, Rabu (25/2/2026).
Menurut Yandri Alfamart-Indomaret yang sudah berjalan di desa silakan tetap beroperasi. Namun Yandri menegaskan, Kopdes Merah Putih harus dimuliakan mengingat 20% keuntungan akan dikembalikan sebagai pendapatan asli desa.
"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak. yang kita setop itu, maka saya menggunakan bahasa setop, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru. Kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat keuntungannya nanti dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20% keuntungan kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa," jelas Yandri.
Yandri menambahkan, Kopdes Merah Putih adalah alat yang jitu untuk mendorong pemerataan ekonomi di desa. Ia juga menegaskan, pemerintah pusat tidak memangkas dana desa, melainkan memindahkan alokasi anggaran tersebut pembangunan Kopdes Merah Putih.
"Saya sampaikan di mana-mana, dana desa itu nggak turun, tidak dikurangi, tidak dipakai oleh pemerintah pusat. Tapi yang diubah adalah tata kelolanya, dan sekarang dalam rangka pemerataan ekonomi itu, maka koperasi desa merah putih itu adalah alat yang jitu dan akurat di setiap desa untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," pungkasnya..
Pengaturan Ekspansi Ritel Modern
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons soal wacana pengaturan ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
Wacana tersebut muncul dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) serta Kementerian Koperasi (Kemenkop).
Kedua Kementerian ini disebut ingin membatasi ekspansi ritel modern karena khawatir mengganggu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Budi mengaku akan menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam pertemuan tersebut, ia hendak mengklarifikasi maksud dari tujuan pembatasan ekspansi ritel modern.
"Saya rencananya ketemu Pak Mendes. Saya belum tahu maksudnya seperti apa (pembatasan ekspansi). Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janjian, ada acara lain. Sekalian saya mau nanya itu, seperti apa maksudnya?" ujar Budi saat ditemui wartawan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan ritel modern telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) maupun Undang-Undang (UU). Kemudian melalui pemerintah daerah (Pemda), aturan zonasi ekspansi ritel modern juga turut diatur.
Menurut Iqbal ekspansi ritel modern tidak akan mengganggu Kopdes di desa. Pasalnya, ritel modern biasa melakukan ekspansi di wilayah-wilayah yang dekat dengan perkotaan. Sementara Kopdes secara demografi berada di daerah pedesaan. n ec/erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham