SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara kondisi geopolitik kontemporer yang di ujung tanduk bisa pecah perang dunia. SBY mengingatkan Indonesia tidak bisa merasa lugu merasa tidak terdampak potensi perang dunia yang bisa pecah kapan saja. Dalam KBBI, lugu diartikan tidak banyak tingkah; bersahaja; sewajarnya; apa adanya.

Seorang pengamat internasional dari Malaysia menyebutkan saat ini terbuka kemungkinan hal buruk PD III terjadi. Sejumlah pemicu perang mulai nampak, termasuk meningkatnya ketegangan politik, sengketa wilayah, atau aksi terorisme yang menghancurkan. Adackonflik di Jalur Gaza yang masih memanas juga perang Ukraina dan Rusia yang masih saja berkonflik.

"Tentunya hal ini sangat ditakutkan karena jika perang dunia III benar-benar terjadi, pastinya akan menimbulkan dampak buruk yang akan ditimbulkannya terhadap perekonomian global," katanya dilansir The Star, edisi Selasa (24/2).

 

Ingatkan Perang Dunia Kedua

SBY mengingatkan Indonesia tidak naif soal ancaman perang dunia. SBY mencontohkan sejarah Perang Dunia II, Indonesia yang tidak terlibat langsung perang tersebut tetap terdampak.

"Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga," kata SBY.

SBY menilai Indonesia hanya akan menjadi pelengkap penderita dan korban jika hanya berdiam diri. "Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga," imbuh dia.

 

RI tak Boleh Naif

SBY mewanti-wanti, Indonesia tidak boleh merasa aman karena tidak punya persoalan dengan negara lain. Mantan Menko Polkam itu menilai naif jika masih berpikir Indonesia tidak tersentuh perang dunia.

"Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don't say that, karena sudah memang kacau seperti ini," ucap dia.

SBY menyampaikan pandangannya tersebut saat memberikan kuliah umum di gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). 

SBY mulai menjelaskan kondisi geopolitik saat ini tak terlepas dari era Perang Dingin dulu.

"Kemudian, yang berikutnya lagi ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, ya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya Perang Dingin dulu bipolar, Blok Barat, Blok Timur," kata SBY di gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2).

 

Indonesia Perlu Posisikan Diri

SBY menilai setelah Perang Dingin, AS ingin menjadi lone ranger atau negara yang bergerak sendiri untuk mencapai tujuannya. Selain itu, ia menilai AS diramalkan menjadi The Triumph of Liberalism dan The Death of Communism and Authoritarianism.

SBY menilai perubahan geopoltik dunia terjadi seiring zaman. Pada saat ini, menurut dia, seharusnya dunia sudah menjadi multipolar.

"Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar," ucapnya

Namun SBY menilai AS tidak menginginkan itu, karena keinginan menjadi unipolar atau satu-satunya penguasa di dunia. "Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, zebagai lone ranger," tuturnya.

Karena itulah SBY menilai saat ini penting bagi Indonesia untuk memosisikan diri. "Tetapi cara berpikir kita adalah kita harus kembali bisa menavigasi, bisa memosisikan kita, langkah kita dalam tatanan atau polarisasi atau polaritas global seperti sekarang ini," imbuhnya. n sap/erc/ts/cr3/rmc

Berita Terbaru

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah …

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Polisi Sebut Pelaku Buntuti Korban dengan Tenang Bersepeda Motor   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Polri kini membentuk tim gabungan pengungkapan perkara terkait …

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta M. Fadhil Alfathan Nazwa menduga ada  aktor intelektual di balik penyiraman air keras …

Pendakwah SAM Dilaporkan Diduga Lecehkan Sesama Jenis

Pendakwah SAM Dilaporkan Diduga Lecehkan Sesama Jenis

Senin, 16 Mar 2026 19:59 WIB

Senin, 16 Mar 2026 19:59 WIB

Laporan ke Bareskrim Polri, Pria itu Pernah Isi Program "Damai Indonesiaku" di tvOne   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seorang pendakwah berinisial SAM …

Mohon Maaf Lahir Bathin

Mohon Maaf Lahir Bathin

Senin, 16 Mar 2026 19:57 WIB

Senin, 16 Mar 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lebaran kurang 3 hari. Tapi suasana mulai terasa di berbagai tempat. Pusat perbelanjaan semakin ramai, orang-orang mulai…

THR ASN Pemkot Madiun Belum Cair Jelang Cuti Bersama, Masih Tunggu Persetujuan Kemendagri

THR ASN Pemkot Madiun Belum Cair Jelang Cuti Bersama, Masih Tunggu Persetujuan Kemendagri

Senin, 16 Mar 2026 19:01 WIB

Senin, 16 Mar 2026 19:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menjelang cuti bersama Hari Raya Idulfitri 2026, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun belum menerima Tun…