ANALISA BERITA

Pakar Ekonomi: Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Investor akan Pilih Emas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mohammad Nur Rianto Al Arif
Mohammad Nur Rianto Al Arif

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Menurut saya, tengah ketegangan ini, Iran memutuskan untuk menutup jalur Selat Hormuz. Padahal, jalur ini menjadi arteri utama perdagangan minyak dunia.

Konflik antara tiga negara ini secara tidak langsung akan mengganggu stabilitas sistem energi global. Efeknya, harga minyak dunia akan naik.

Kondisi inilah yang disebut sebagai risiko premium geopolitik yaitu premi harga yang dibayar dunia karena ketidakpastian.

Menurut saya, jika harga minyak naik, maka harga produksi pun ikut naik. Akan banyak perusahaan yang menghadapi masa sulit akibat kenaikan biaya ini.

Dalam banyak kasus, sebagian besar biaya tersebut diteruskan dalam bentuk kenaikan harga barang dan jasa. Maka, lahirlah tekanan inflasi. Inflasi energi bersifat regresif karena lebih membebani kelompok berpendapatan rendah karena proporsi pengeluaran mereka untuk kebutuhan pokok dan transportasi lebih besar.

Saya berpendapat, negara maju bisa merasakan dampak konflik ini terlebih negara berkembang. Pada negara berkembang, dampak yang bisa timbul antara lain defisit necara perdagangan, nilai tukar tertekan, hingga subsidi energi membengkak.

Bagi banyak negara berkembang, konflik ini menghadirkan tantangan ganda. Di satu sisi, mereka menghadapi tekanan inflasi dan nilai tukar akibat kenaikan harga energi dan arus modal keluar. Di sisi lain, ruang fiskal mereka sering kali terbatas untuk memberikan subsidi atau stimulus ekonomi.

Tak hanya itu, kesenjangan antara negara maju dan berkembang akan semakin lebar. Utamanya bagi negara berkembang, akan semakin rentan terhadap guncangan eksternal.

Saya angap ada lebih banyak lagi dampak yang bisa terjadi jika perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini belum juga berhenti. Salah satunya kondisi dilematis bank sentral karena harus menurunkan inflasi.

Selain itu, bank sentral juga harus membuat pengetatan kebijakan moneter. Jika bank sentral memilih kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi energi, maka biaya kredit akan meningkat.

Hal itu akan membuat perlambatan ekonomi lebih nyata. Inflasi akan menganggu stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Artinya, pasar keuangan global semakin mengalami ketidakpastian. Para investor akan beralih memilih aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi.

Jadi, penguatan dolar AS dalam situasi seperti ini sering kali menjadi pedang bermata dua. Bagi Amerika Serikat, ia mencerminkan kepercayaan terhadap asetnya. Namun bagi negara berkembang yang memiliki utang dalam denominasi dolar, penguatan dolar berarti beban pembayaran utang meningkat. n rmc

 

 

*) dikutip dari laman UIN Jakarta, Senin (2/3/2026).

Berita Terbaru

Tak Dibatasi Usia, Perkuat Silaturrahmi Antar Alumni SDN Kapanjin Sumenep

Tak Dibatasi Usia, Perkuat Silaturrahmi Antar Alumni SDN Kapanjin Sumenep

Minggu, 22 Mar 2026 20:33 WIB

Minggu, 22 Mar 2026 20:33 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Merajut benang historis kebersamaan para alumni SDN Kapanjin era 80-an, bertempat di Hotel Myze kab. Sumenep. Suasana berbahagia ini,…

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Marilah Kita Merajut Tali Persaudaraan untuk meraih kemenangan dan keberkahan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/tahun 2026…

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …