Kota Mojokerto Ditunjuk sebagai Daerah Percontohan Digitalisasi Bansos Nasional

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah yang digelar Kemendagri di Jakarta. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto -  Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba digitalisasi bantuan sosial tersebut. 

Dari Provinsi Jawa Timur, hanya empat daerah yang terpilih, yakni Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Skema BOSDA Kota Mojokerto Dirombak, Pemkot Tegaskan Untuk Ringankan Warga

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa penunjukan Kota Mojokerto sebagai pilot project merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap komitmen daerah dalam memperbaiki tata kelola bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Digitalisasi bantuan sosial ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, data menjadi kunci utama,” tutur Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto usai mengikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah yang digelar Kemendagri di Jakarta.

Menurutnya, salah satu fokus utama dalam piloting ini adalah sinkronisasi dan validasi data antar instansi, khususnya antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga dapat memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berbasis data. 

Baca juga: Umbul Dungo Jadi Pembuka Mojotirto Festival 2026, Simbol Persatuan dan Doa untuk Keberkahan

“Selama ini tantangan terbesar penyaluran bansos adalah ketepatan data. Dengan integrasi data kependudukan dan data statistik, kami berharap tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran, tumpang tindih, atau justru tidak diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Ia menambahkan, peran aktif pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan digitalisasi bansos. Tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dalam memastikan kesiapan perangkat daerah serta literasi digital masyarakat.

Baca juga: Mojotirto Festival 2026: Ritual Sakral Pelestarian Air dan Penguatan Identitas Budaya Kota Mojokerto

“Sebagai daerah pilot project, Kota Mojokerto siap menjadi contoh dalam pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial yang transparan dan akuntabel.” ucap Ning Ita. 

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional guna meningkatkan efektivitas perlindungan sosial di Indonesia. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru