Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Reporter : Muhajirin
Bupati dan Kepala Bapperida Lamongan menunjukan sertifikat IDSD. SP/IST

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dengan berpenduduk 1,5 juta itu, tahun 2025 menduduki angka 3,81(kategori tinggi), sekaligus melampaui rata-rata nasional (3,50).

Kenaikan IDSD Lamongan,  menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2022 skor IDSD Kota Soto berada pada angka 3,14, meningkat menjadi 3,48 pada 2023, naik kembali menjadi 3,64 pada 2024, dan pada tahun 2025 berhasil mencapai 3,81.

Baca juga: Kuliner Khas Sego Boran Lamongan, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Capaian tersebut ditandai dengan diterimanya sertifikat skor IDSD secara langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional pada, Selasa (24/2/2026) di Jakarta. 

Peningkatan IDSD Kabupaten Lamongan ditopang oleh empat komponen utama. Diantaranya aspek lingkungan pendukung, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat infrastruktur serta menjaga stabilitas ekonomi makro daerah. Adapun arus investasi menunjukkan tren positif, didukung kemudahan perizinan dan kepastian regulasi, sehingga akan menjadikan Kabupaten Lamongan semakin dikenal sebagai daerah yang ramah investasi.

Selanjutnya, pada aspek sumber daya manusia, Pemkab Lamongan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan secara merata dan inklusif. Akses yang semakin terbuka menjadi upaya nyata dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Banjir Bengawan Jero di Lamongan

Sedangkan pada aspek pasar, berbagai program penguatan UMKM terus digencarkan, mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan branding, hingga perluasan akses pasar termasuk ke tingkat ekspor. Di sisi lain, kesempatan kerja juga diperluas melalui inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja.

Sementara itu pada aspek ekosistem inovasi, melalui peran aktif Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kabupaten Lamongan konsisten membangun budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Salah satunya melalui agenda Megnotek yang menjadi ruang strategis dalam mempertemukan inovator, teknologi, dan kebutuhan daerah agar inovasi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca juga: Program Edufarm Mantup Jadi Pusat Edukasi Peternakan Terpadu Lamongan

Capaian IDSD 2025 ini merupakan refleksi dari konsistensi pelaksanaan lima belas program prioritas. Program prioritas yang digagas oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, memastikan pemerataan pembangunan, serta memperkuat harmoni sosial di Kabupaten Lamongan.

Dengan tren peningkatan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis dapat semakin memperkokoh posisi sebagai daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi nyata dalam penguatan daya saing nasional. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru